BNNK Ciamis Amankan Seorang Janda Tua Pengedar Sabu-sabu

Crime Story

Rabu, 20 November 2019 | 16:33 WIB

191120163527-bnnk-.jpg

Pepi Irawan

Kepala BNNK Ciamis Engko Kosidin beserta jajaranya sedang memperlihatkan barang bukti sabu dan ganja kering pada saat jumpa pers dengan awak media.


BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu, yang akan diedarkan oleh seorang ibu rumah tangga berinisial EK (47) warga Kabupaten Tasikmalaya. EK ditangkap saat akan bertransaksi disalah satu minimarket yang berada di wilayah Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/11/2019) lalu.

Kepala BNNK Ciamis, Engkos Kosidin dalam jumpa persnya, Rabu (20/11/2019) mengatakan, pada hari selasa lalu, tepatnya pukul 15.57 WIB petugas telah mengamankan seorang ibu rumah tangga bersetatus janda berinisial EK pelaku tindak pidana narkotika golongan I jenis sabu seberat 0,8 gram dalam bungkus rokok.

Namun dari hasil pengembangan, lanjut Engkos, petugas BNNK Ciamis berhasil mengeledah rumah tersangka yang beralamat di Tasikmalaya, petugas berhasil mengaman sabu siap edar sebanyak 21,28 gram dan paket ganja kering seberat 926.75 gram.

"Itupun berdasarkan pengakuan tersangka bahwa masih banyak sabu siap edar yang disimpan di rumahnya. Selain sabu petugas juga mengamankan ganja kering siap diedarkan juga," katanya.

Tersangka EK diamankan petugas saat akan menempelkan dua paket sedang sabu-sabu seberat 0,8 gram di pinggir jalan tepan kecamatan Sindangkasih sekira pukul 15.57, Selasa kemarin,

"Tersangka ini, setatusnya sebagai janda demi untuk menutupi kebutuhan hidupnya, karena pelaku tidak memakai narkotika hanya mengedarkan saja," terang Engkos

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) jo 112 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman penjara 5-20 tahun.

"Terkait kasus ini, penyidik masih melakukan pengembangan, termasuk memburu tersangka yang DPO," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA