Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stres

Citizen Journalism

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:25 WIB

200121151934-siste.jpg

ist

ilustrasi

DI tengah frustrasi sosial dan ekonomi yang menimpa masyarakat, saat ini muncul Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, Kerajaan Ubur-ubur, Gafatar, dan lain-lain.

Sebagaimana dilansir kompas.com (19/1/2020), Kemunculan Keraton Agung Sejagat beberapa waktu silam menghebohkan masyarakat. Dua orang mengklaim diri mereka sebagai pimpinan kerajaan. Mereka adalah Toto Santoso yang menyebut dirinya Sinuhun dan Fanni Aminadia sebagai ratunya.

Berikut beberapa kelompok kerajaan dan organisasi yang pernah muncul di Indonesia dan menggegerkan masyarakat:

1. Kerajaan Ubur-ubur
Kerajaan ini didirikan oleh sepasang suami istri berinisial AS dan RC. Pasangan tersebut mengaku mendapat wangsit untuk mendirikan kerajaan dan membuka kunci kekayaan dunia. Untuk membuka pintu kekayaan, mereka harus melakukan ritual ala kerajaan ubur-ubur.

2. Gafatar
Orang-orang yang diketahui tergabung dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), memutuskan meninggalkan kampung dan eksodus ke Kalimantan. Para pengikut Gafatar berangkat dari rasa kebingungan. Kebingungan tersebut yang lalu dimanfaatkan oleh para pengurus. Pengurus melakukan pendampingan terus-menerus kepada mereka.

3. Keraton Agung Sejagat
Dua orang mengaku sebagai raja dan ratu. Mereka adalah Toto Santoso yang menyebut diri Sinuhun dan ratunya, Fanni Aminadia. Mereka meyakinkan pengikutnya, jika ingin bernasib lebih baik maka harus bergabung dengan Keraton Agung Sejagat.

4. Sunda Empire
Kelompok tersebut viral setelah salah satu akun Facebook membagikan foto-foto kegiatan Sunda Empire. Mereka tampak mengenakan seragam militer. Sunda empire ini tidak tercantum sebagai organisasi legal dalam Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangol) Kota Bandung.

Fenomena ini berangkat dari kisah peristiwa Ratu Adil. Bukan fenomena baru sebenarnya, bahkan di dunia ada gerakan milenarianisme, yang muncul setiap waktu tertentu. Gerakan ini menawarkan jalan keluar bagi kebuntuan zaman. Fenomena sejenis juga terjadi di berbagai Negara, makin membuktikan bobrok dan cacat bawaan dari sistem sekuler kapitalistik.

Berlakunya sistem sekuler kapitalis saat ini terbukti gagal dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. Tentu tidak heran, dengan berbagai himpitan problem hidup ditambah dengan minimnya keimanan bisa mengantarkan pada tingginya tingkat stres pada masyarakat.

Banyak orang tertarik dan bergabung karena sedang mengalami kebuntuan mencari jalan keluar persoalan, gampang tergiur tawaran yang tidak rasional. Hal itu dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk mencari untung materi.

Sekularisme ini jelas berbahaya karena merupakan asas dari ideologi Kapitalisme yang terbukti bobrok. Inti ide ini adalah menyingkirkan peran dan fungsi agama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Kalaupun mau, agama hanya diberi peran yang bersifat moral saja. Sekularisme menihilkan peran dan fungsi Islam untuk mengatur masyarakat.

Atas nama kebebasan berkeyakinan setiap orang kemudian bebas membuat keyakinan dan aturan sendiri. Mengaku jibril, Nabi, salat dengan dua bahasa, dan ajaran menyesatkan lainnya. Kemusyrikan pun akan merajalela atas nama kebebasan.

Islam mengharuskan setiap individu masyarakat beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan keimanan yang benar. Meyakini bahwa ketakwaan menjadi sebab dibukakannya jalan keluar dari problem kehidupan. Bersyukur atas setiap pemberian-Nya, bersabar atas musibah yang
menimpanya, karena boleh jadi semua itu sebagai penggugur dosa.

Negara Islam akan menjaga kondisi keimanan ini senantiasa berada dalam kondisi yang kokoh. Negara akan menghindarkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran liberal dan materialistik yang bertentangan dengan
akidah Islam.

Di dalam Islam salah satu tugas negara yang penting adalah menjaga akidah umat (muhafadzah 'ala al aqidah). Atas dasar ini Rasulullah saw mewajibkan negara menjatuhkan sanksi hukum mati atas orang yang murtad. Hal ini disebabkan akidah merupakan persoalan yang mendasar dan penting (fondasi). Kalau akidah seseorang lemah dan rusak, maka rusak pula dia.

Demikian juga kalau akidah masyarakat rusak, bangunan masyarakat akan rusak. Ketika seseorang seenaknya murtad (keluar dari Islam ), dia telah menyebarkan virus yang berbahaya yakni menganggap ringan masalah akidah, dan kalau ini dibiarkan akan membahayakan
masyarakt secara keseluruhan.

Perlu tindakan tegas dan antisipatif dari pemerintah agar kasus serupa tidak berulang sehingga tidak meresahkan masyarakat dan tidak banyak korban yang berjatuhan lagi. Salah satunya dengan memberikan sanksi. Sanksi ini dijatuhkan setelah lewat proses pembinaan dimana dia diberi kesempatan untuk bertaubat, kalau tetap menolak lewat proses pengadilan baru dia dijatuhkan sanksi. Mereka diminta bertaubat dan kembali kepada Islam. Jika mereka menolak mereka wajib diperangi.

Demikianlah, sepanjang negeri ini masih menerapkan sistem sekuler-kapitalis-liberal seperti sekarang, maka penderitaan masyarakat tidak akan pernah menemukan solusinya. Islam lah solusi satu-satunya untuk atasi ragam masalah kehidupan. Wallaahua'lam bishshawwab.


Pengirim
Tawati
Penulis Penggerak Opini Islam
[email protected]

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA