Jejak Mujahid Sang Penakluk Konstantinopel

Citizen Journalism

Jumat, 17 Januari 2020 | 10:24 WIB

200117102652-jejak.jpg

KEGEMILANGAN pasukan Islam di Romawi mengukuhkan kekuatan kaum muslimin kala itu. Dipimpin oleh ksatria nan gagah berani Muhammad Al Fatih yang mampu merontokkan kekuatan musuh, dengan didampingi prajurit tak takut mati karena bagi mereka Islam adalah kemenangan.

Siapa yang tak kenal dengan sosok Muhammad Al Fatih? Beliau dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.

Mendapat julukan Al Fatih (sang penakluk) karena telah berhasil menaklukkan Konstantinopel dan dilakukan pada saat usianya masih 21 Tahun.

Sultan Muhammad Al Fatih mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa.

Maka jika hari ini kita membahas romantisme perjalanan dakwah Muhammad Al Fatih sungguh takkan mampu kita membayangkan manakala seorang pemuda belia mampu menaklukan negeri Romawi kala itu.

## Bisyarah Nabi SAW

Bisyarah atau kabar gembira dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam merupakan spirit utama kaum muslimin untuk terus berjuang. Baik melalui Al-Quran ataupun melalui lisan nabi, kabar gembira itu menjadi sumber kekuatan yang tak mampu dihentikan oleh siapa pun. Keyakinan terhadap janji-janji yang disampaikan tersebut menjadi pelecut motivasi kaum muslimin untuk merealisasikannya. Sebab, seluruh janji nabi itu pasti akan terjadi.

Berikutnya janji Nabi yang akhirnya melahirkan kisah yang cukup fenomenal adalah kabar pembebasan Konstantinopel. Dalam sabdanya, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kabar gembira kepada  para sahabatnya, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

Pembebasan Negeri Konstantinopel tidak terlepas dari kesholehan Muhammad Al Fatih yang tidak lagi diragukan. Dengan keimanan yang menancap kuat pada dirinya.

Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan kewajiban dan amalan sunnah lainnya. Beliau pemimpin yang gagah berani, yang telah menyiapkan pasukan dengan sebaik-baiknya pasukan yang telah ditanamkan nilai-nilai Tauhid dan keislaman, sehingga  pasukannya benar-benar memiliki ruh jihad yang kuat.

Maka perjuangan Muhammad Al Fatih seharusnya mampu menghadirkan semangat jihad yang kuat pada diri kaum muslimin saat ini. Tak ada yang tak mustahil dalam langkah perjuangan dakwah Islam ini, pertolongan akan hadir manakala kaum muslimin telah mampu menghimpun kekuatan agar tegaknya syariat Islam dimuka bumi ini sesuai dengan manhaj kenabian Rasulullah SAW.

Maka tugas kita saat ini mempersiapkan generasi-generasi terbaik , yang dengan keimanannya tak lagi diragukan untuk menjadi pembela Islam. Jejak kemenangan Muhammad Al Fatih adalah keniscayaan untuk kembalinya kemenangan kaum muslimin saat ini.

Allahu Akbar.

 Penulis : Didi Diah, S.Kom (#DidiDiah)

 (Praktisi Pendidikan-Tangerang)

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA