Kondisi Terminal Damri Jurusan Tanjungsari-Kebon Kalapa Sangat Memprihatinkan

Citizen Journalism

Minggu, 1 Desember 2019 | 08:39 WIB

191201072040-kondi.jpg

ist


MASYARAKAT mengeluhkan kondisi terminal yang biasa menjadi persinggahan bus Damri jurusan Tangjungsari-Kebon Kalapa, di dekat Pasar Tanjungsari, Kab. Sumedang. Padahal terminal itu setiap harinya selalu dipadati calon penumpang.

Saya, Fitriya Khoirun Nisa, merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang mulai menggunakan bus Damri sejak tahun 2018, dengan titik naik di terminal yang ada di dekat Pasar Tanjungsari, Sumedang.

Menurut saya, bus Damri ini sangat diminati oleh masyarakat Tanjungsari dari berbagai kalangan. Mulai dari anak sekolah, pedagang, mahasiswa, pekerja bahkan masyarakat umum. Ini karena tarifnya yang murah, sekitar Rp 10 ribu dan untuk setengah perjalanan hanya Rp 5 ribu.

Tahun 2019, bus Damri semakin banyak diminati. Dampaknya, sering terjadi penumpukan penumpang di terminal dikarenakan mereka harus menunggu bus. Pengalaman saya, harus menunggu selama 30 menit sampai berjam-jam dengan alasan macet dijalan atau keberangkatan.

Sangat disayangkan ketika orang menunggu bus damri di terminal, tak ada tempat yang nyaman. Calon penumpang terpaksa harus berdiri, termasuk orang tua yang sudah renta. Saya pun merasa miris dan prihatin melihat kondisi terminal bus yang hanya beralas tanah dan bebatuan, serta sedikitnya tempat duduk di terminal.

Padahal terminalnya cukup luas seperti lapangan. Saat musim kemarau, ketika ada angin kencang membuat debu beterbangan. Saat musim hujan sempitnya tempat untuk berteduh, serta kondisi jalannya becek sehingga membuat calon penumpang bus tidak nyaman.

Terutama sekarang sedang musim hujan, sulit mendapatkan tempat untuk berteduh sambil menunggu bus di terminal. Kondisi ini sudah bertahun-tahun berjalan dan tidak ada perubahan.

Saya berharap ada perbaikan dan pemberian fasilitas yang nyaman untuk publik sebagaimana terminal bus Damri pada umumnya. Kami juga berharap ada penambahan bus Damri. Kami berharap ada tindakan secepatnya dari pemerintah untuk hal seperti ini.

Pengirim
Fitriya Khoirun Nisa
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA