Tim KDI Santuni 600 Anak Yatim Piatu di Kabupaten Bandung

Bandung Raya

Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:29 WIB

200523133038-tim-k.jpg

Engkos Kosasih

TIM Kang Deding Ishak (KDI) yang merupakan bakal calon Bupati Bandung, selama dua hari ini pada akhir bulan suci Ramadan 1441 Hijriyah terus meningkatkan kegiatan sosial untuk menyantuni anak yatim. Selama dua hari, Jumat-Sabtu (22-23/5/2020), Tim KDI yang dihadiri langsung Dr. H. Deding Ishak membagikan sekitar 600 santunan kepada anak yatim piatu di Kecamatan Majalaya, Ibun, dan Paseh. 

Bahkan pada hari ini, Tim KDI menyerahkn santunan anak yatim itu di Kecamatan Kutawaringin, Margaasih dan Cimenyan. Kegiatan sosial itu merupakan kegiatan rutin KDI bersama Keluarga Besar Al Jawami Cileunyi. Namun kali ini dalam kegiatan menyantuni ratusan anak yatim dengan melibatkan para relawan Tim KDI, sehingga Kang Deding hanya menerima laporan dan informasi untuk menghadiri kegiatan sosial tersebut. 

"Khusus untuk di sini (Majalaya, Ibun dan Paseh) sebanyak 400 santunan berisi uang tunai yang diserahkan kepada anak yatim. Ditambah dengan kegiatan serupa di Kutawaringin, Margaasih dan Cimenyan, jumlahnya bisa mencapai 600. Diharapkan memasuki bulan Syawal, setelah Ramadan ini bisa mencapai 2.000 pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan," kata Kang Deding kepada wartawan. 

Kang Deding berharap pada bulan Syawal yang jatuh pada Ahad (24/5/2020), dapat meningkatkan kegiatan sosial, khususnya dalam membantu sesama. Untuk itu, dalam pemberian bantuan sosial itu tidak dihabiskan selama Ramadan, karena umumnya warga pada bulan Syawal juga membutuhkan bantuan. 

"Mudah-mudahan bahwa ibadah puasa dan aktivitas di bulan Ramadan ini akan membentuk karakter pribadi muslim. Setelah melaksanakan ibadah puasa ini dapat meningkat ibadah," harapnya.

Ia mengatakan, sebelumnya pada tahun lalu kegiatan serupa dilaksanakan di Cianjur dan Bogor, saat Kang Deding menjadi Anggota DPR RI. Dalam kegiatan sosial ini tak ada kaitannya dengan pencalonan dirinya menjadi bupati Bandung pada Pilkada Bandung mendatang. 

"Ini murni kalender tahunan keluarga besar saya dan  termasuk keluarga besar Al Jawami. Kita tahu bulan Ramadan ini berlipat-lipat pahalanya," katanya.

Kang Deding mengatakan, kekuasan adalah ladang ibadah. Kalau mengutamakan ibadah, apapun akan diterima karena berkaitan dengan takdir dan rida dari Allah. "Wajib kita ikhtiar. Politik adalah ibadah. Kekuasaan adalah ibadah. Jangan sampai kekuasaan dikejar-kejar dengan cara tidak halal atau menghalalkan segala cara. Itu akan mudarat," tuturnya. 

Menurutnya, dengan puasa ini untuk mengendalikan hawa nafsu yang serakah. Mulai dari serakah makan, minum dan sebagainya, termasuk serakah dalam kekuasan. 

"Oleh karenanya bagi saya, dengan adanya pandemi  Covid-19 ini harus menjadi hikmah. Mungkin Allah mengingatkan kepada kita," ucapnya. 

Berkaitan dengan menghadapi Pilkada Bandung, ia mengatakan, bahwa bukan berarti politik itu kotor dan bergantung pada motivasi dan niat. Politik itu harus bisa meningkatkan pembangunan guna kemaslahatan masyarakat yang lebih baik lagi," katanya. 

Ia pun mengatakan, adanya pandemi Covid-19 ini bukan azab, melainkan ujian bagi masyarakat Indonesia, terutama kepada mereka yang diberi amanah. 

Lebih lanjut Kang Deding mengatakan, pada kondisi pandemi Covid-19 ini, para kader Partai Golkar di semua wilayah di Indonesia turut melaksanakan tugas kemanusiaan. "Seperti yang dilaksanakan oleh kader Partai Golkar Kang  Dadang Supriatna, Ibu Nia dan teman-teman lainnya dari Partai Golkar membagikan sembako dan kegiatan sosial lainnya. Yang penting menggunakan uang pribadi, bukan uang negara dalam kegiatan sosial. Kita harus berbaik sangka, dan bukan buruk sangka," katanya. 

Kang Deding menegaskan, sampai saat ini di lingkungan Partai Golkar belum ada rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar untuk penetapan calon bupati Bandung. "Sampai saat ini, semuanya dari delapan kader Partai Golkar itu masih bakal calon bupati Bandung. Belum ada yang calon bupati Bandung karena belum ada penetapan calon bupati Bandung melalui surat rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Golkar. Sampai saat ini,  DPP masing menunggu hasil survei dari delapan bakal calon tersebut," katanya. 

Apalagi saat ini dikabarkan Pilkada Bandung ditundak hingga 9 Desember 2020 mendatang. Sehingga Partai Golkar pun mendukung penundaan pilkada itu akibat pandemi Covid-19.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA