Disperindag Kabupaten Bandung Diminta Hentikan Semua Pelatihan

Bandung Raya

Jumat, 22 Mei 2020 | 17:02 WIB

200522165249-dispe.jpg

bandungkab.go.id

BADAN Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Bandung menerima hasil laporan pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bandung. Namun DPRD Kabupaten Bandung meminta agar anggaran dan kegiatan dievaluasi seperti pelatihan di Disperindag dihentikan.

"Banmus DPRD meminta agar anggaran untuk Balai Benih Ikan (BBI) di bawah Dinas Pangan dan Perikanan dievaluasi lebih mendalam karena sampai saat ini belum bisa memberi konstribusi optimal," kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Yanto Setianto, saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Selain itu, anggaran Disperindag untuk pelatihan kewirausahaan dan pelatihan lainnya, sosialisasi dan bimtek agar tidak menganggarkannya lagi.

"Semua anggaran pelatihan dan sejenisnya harus dihentikan sebelum ada evaluasi dan kajian terhadap kegiatan tersebut," kata Yanto yang menambahkan rapat Banmus dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto.

Menurut Yanto, anggota Banmus juga ada yang mengusulkan dibentuknya pansus covid-19. Tapi menurut pertimbangan pimpinan DPRD dan anggota Bammus lainnya pansus covid-19 belum saatnya dibentuk.

"Hal itu mengingat beberapa kondisi yakni hari kerja banyak terganggu libur nasional menjelang idulfitri. Pertimbangan lainnya agar Satgas covid-19 bisa konsentrasi menjalankan tugasnya dan tidak terganggu dengan adanya wacana pembentukan Pansus," ucapnya seperti ditulis wartawan "PR", Sarnapi.

Sampai saat ini Satgas covid-19 juga sedang menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar tanpa ada ekses lain. "Sehingga apapun desakan anggota untuk membentuk pansus covid-19 kami tetap belum menyetujui apalagi DPRD juga termasuk di dalam satgas tersebut. Bila ingin memberikan masukan atau menjalankan fungsi pengawasan bisa langsung mengaplikasikannya tanpa harus dibentuk pansus segala, seperti lalainya petugas cek poin dalam menjalankan tugasnya serta data keluarga penerima bantuan yang kurang sempurna," ucapnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA