PIP dan Baznas Salurkan Bantuan Sembako Bagi Pelaku Usaha Mikro Terdampak Pandemi Covid-19

Bandung Raya

Jumat, 22 Mei 2020 | 15:33 WIB

200522153312-pip-d.jpg

Darma Legi

PIP (Pusat Investasi Pemerintah) bersama Baznas menyalurkan bantuan donasi bagi para pelaku usaha mikro yang terdampak Covid-19. Donasi dari masyarakat yang disalurkan sekitar Rp 332 juta.

Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap kelangsungan usaha mikro, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

"Pelaku usaha mikro ini, membutuhkan bantuan langsung dari pemerintah dan masyarakat yang lebih beruntung. Sejak awal Mei, PIP berkerjasama dengan Baznas melakukan penggalangan dana," ungkapnya usai penyerahan bantuan Paket Logistik Keluarga di Gedung Zakat Center-Baznas Jawa Barat, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, donasi tersebut akan diberikan kepada pelaku usaha mikro yang terdampak, terutama yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Penggalangan dana tersebut akan berakhir pada akhir Mei 2020.

"Ada sekitar 2,1 juta pelaku usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kondisi pandemi ini, tidak sedikit yang kesulitan untuk membayar cicilan, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Jawa Barat, Arif Ramdani menuturkan, kerjasama dengan pihak PIP dalam pengumpulan dan penyaluran donasi bagi usaha mikro yang terdampak Covid-19 sejalan dengan misi Baznas.

Ia menjelaskan penggalangan dana PIP dan Baznas dilakukan melalui dua skema. Pertama dengan donasi dalam bentuk infaq atau sodaqoh dan zakat. Kemudian kedua skema penggalangan dana tersebut akan dikonversi dalam bentuk paket logistik keluarga, yang berisikan bahan pangan untuk menyambung kehidupan sehari-hari.

Sesuai dengan komitmen kerjasama, PIP dan Baznas akan menyalurkan bantuan bahan pangan tersebut kepada pelaku usaha mikro yang diwakili oleh anggota koperasi linkage penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) terdampak pandemi yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

"Bantuan tahap pertama diberikan kepada 100 pelaku usaha mikro anggota Koperasi Syariah BMT itQan, Bandung sebelum kemudian dilanjutkan kepada anggota koperasi penyalur lainnya setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA