Dampak Covid-19, Penjualan Eceran di Kota Bandung Mengalami Penurunan

Bandung Raya

Kamis, 21 Mei 2020 | 18:50 WIB

200521184804-dampa.jpg

BANYAK toko dan pusat perbelanjaan yang tutup akibat dampak pandemi Covid-19, menjadi penyebab turunnya kinerja penjualan eceran. 

Berdasarkan Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukkan tren penurunan penjualan eceran di wilayah Kota Bandung sejak Januari 2020 dan masih berlanjut pada Maret 2020. 

Dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 230,7 atau turun sebesar -4,8% (yoy) dibandingkan Maret 2019, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada Februari 2020 yang sebesar -0,6% (yoy). 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar,  Herawanto mengatakan penurunan indeks terjadi pada seluruh kelompok komoditas kecuali Kelompok Bahan Bakar Kendaraan, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi. 

Menurutnya penurunan kinerja penjualan eceran terutama bersumber dari penurunan penjualan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-12,6% yoy), serta Kelompok Peralatan Rumah Tangga Lainnya (-9,4% yoy). 

"Hal ini disebabkan oleh menurunnya permintaan pelanggan di tengah banyaknya toko dan pusat perbelanjaan yang tutup, sebagai dampak pandemi Covid-19," ungkapnya di Kota Bandung, Kamis (21/5/2020). 

Dikatakannya kinerja penjualan eceran diperkirakan mengalami kontraksi yang semakin dalam pada April 2020. Hal tersebut, diindikasikan oleh IPR April 2020 yang diprakirakan sebesar 226,3 terkontraksi sebesar -7,5% (yoy) dibandingkan Maret 2020. Lebih jauh,

Kontraksi penjualan diindikasikan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas. Penurunan terdalam diperkirakan terjadi pada Kelompok Sandang serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori. 

"Kondisi ini disebabkan oleh semakin turunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, yang mengakibatkan prioritas konsumen saat ini tidak pada kebutuhan sandang, melainkan terhadap kebutuhan makanan dan obat-obatan," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA