Dijual Rp12.500/Kg, OPM Gula Pasir Di Pasar Atas Cimahi Diserbu Warga

Bandung Raya

Kamis, 21 Mei 2020 | 16:05 WIB

200521161027-dijua.jpg

Laksmi Sri Sundari

MELAMBUNGNYA harga gula pasir di pasaran menjelang Lebaran, membuat warga antusias dengan operasi pasar murah (OPM) gula pasir yang diadakan di pelataran parkir Pasar Atas Baru (PAB) Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Kamis (21/5/2020).

Sejak pagi sudah banyak warga yang mengantre untuk mendapatkan gula seharga Rp 12.500/kg itu.

Yeni (38), warga Cipageran mengaku, sangat terbantu dengan adanya OPM gula pasir yang diadakan Pemkot Cimahi dan Disperindag Provinsi Jawa Barat ini. Apalagi, harga yang dipatok jauh di bawah harga pasaran saat ini yang mencapai Rp 18.000/kg.

"Di bulan Ramadan ini kami tetap butuh gula untuk konsumsi sendiri di rumah. Harga di pasaran sudah sangat mahal, maka bersyukur sekali ada operasi pasar ini yang harganya lebih murah," ujarnya.

Ia mengaku membeli 4 kilogram gula pasir untuk membuat kue lebaran, dan sisanya untuk kebutuhan lainnya. Ia pun berharap harga gula pasir di pasaran cepat normal kembali.

"Kami orang kecil, tidak tahu kenapa bisa naik. Kami harapnya bisa murah lagi, apalagi sekarang kondisinya sedang sulit,” katanya.

Sekretaris Jendral Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Oke Nurwan yang memantau langsung pelaksanaan OPM di Kota Cimahi menjelaskan, OPM ini digelar untuk membantu masyarakat yang merasakan harga gula saat ini tinggi.

"Makanya kita jual dengan harga eceran tertinggi (HET), jadi masyarakat bisa membeli dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Kepada pedagang dan IKM (Industri Kecil Menengah) juga kita beri pelayanan. IKM bisa membeli sampai 20 kilogram. Dan pedagang juga bisa membeli dengan harga Rp 11.500 per kilogram, tapi mereka harus bikin surat pernyataan dijual dengan harga Rp 12.500 per kilogram," tuturnya.

Dengan adanya OPM ini, kata Oke, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan gula dengan harga sesuai HET.

"Selain kegiatan OPM, kita juga sedang beusaha memasukan ke distributor dan pedagang dengan harga di bawah, supaya mereka bisa menjual kepada konsumen dengan harga murah. Dengan begitu diharapkan harga gula pasir turun," imbuhnya.

Menurut Oke, tingginya harga gula pasir disebebakan karena banyak negara yang menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-18.

"Sehingga bahan baku tidak masuk, terus petani lokal kan belum musim giling, baru panen bulan juli, jadi sekarang ngga ada. Jadi sejak januari pasokan-pasokan dari negara India, Australia, dan Cina tertutup, sehingga terjadi kelangkaan. Tapi sekarang mereka akan menyiapkan dan membantu? tapi kan perlu waktu. Jadi sekarang mudah-musahan dalam waktu dekat kita bisa kendalikan lagi harganya," tutur Oke.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA