Tinggal di Rumah Bedeng Bersama 25 Anak dan Cucunya, Endang Butuh Uluran Tangan

Bandung Raya

Rabu, 20 Mei 2020 | 15:13 WIB

200520151417-tingg.jpg

Remy Suryadie

SATU rumah bedeng kecil berisi tujuh kepala keluarga. Itulah yang diajalani oleh Endang Suhana (71) di bantaran sungai tepatnya terletak di RT 7/RW 12, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Di rumah tersebut, ia tinggal bersama enam anak dan cucunya. Setidaknya ada 25 orang yang tinggal di rumah itu.

Luas rumahnya, tidak begitu luas, hanya berukuran kira-kira lebar limater dan panjang 10 meter. Bangunanya, semi permanen, dimana hanya setengah batu bata merah dan dilanjutkan dengan bangunan kayu berlapis triplek.

Endang merupakan warga pendatang yang sudah lama menetap di Kota Bandung.

"Saya sudah menetap di sini 40 tahun,"jelas Endang ketika ditemui di lokasi, Rabu (20/5/2020).

Saat itu, beberapa anak-anak Endang tengah tak berada dalam rumah. Mereka, kata Endang mencoba mencari rezeki untuk menyambung hidup di hari ini.

Endang bekerja serabutan. Dirinya memiliki keahlian memancing dan merawat burung. Hal itu terlihat ada beberapa alat pancing dan sangkar burung yang berada di rumahnya tersebut.

Di rumah Endang, terdapat enam kamar yang hanya disekat menggunakan triplek. Seluruh kamar terisi oleh keluarga anak-anaknya. Di ruang tengah rumah Endang, terdapat susunan bambu yang diikat rapih. Susunan tersebut, untuk menutupi aliran selokan yang berada di bawah rumahnya.

"Kadang ada ular juga suka masuk. Kalau banjir jarang tapi pernah," ucap pria berambut putih itu.

Saat ini Endang mengaku tidak memiliki pekerjaan. Dirinya sudah lama tidak dapat bekerja, karena usianya yang sudah lanjut. Untuk menyambung hidup, Endang bersama dan enam anaknya berusaha saling bantu sama lainnya.

Istrinya kadang bekerja sebagai kuli cuci baju milik tetangga. Beberapa anaknya pun ada yang bekerja sebagai kuli bangunan. Tak jarang, Endang bersama keluarga, hanya bergantung pada tetangga yang merasa kasihan pada mereka.

Keadaan semakin sulit, setelah pandemi Corona merebak di Kota Bandung. Salah seorang anaknya yang berkerja sebagai office boy (OB) harus dirumahkan karena perusahaannya terdampak Covid-19. Bantuan yang digadang-gadang pemerintah pun tak kunjung datang.

"Saya belum terima satu bantuan pun dari pemerintah, baik dari pusat, provinsi dan kota. Termasuk anak-anak saya," aku dia.

Air mata Endang pecah, saat ia ditemani istri dari anak dan beberapa cucunya, didatangi sekelompok Bintara Polri lulusan 2001, yang menggelar bhakti sosial di kesempatan yang sama. Komunitas tersebut, memberikan sejumlah paket sembako untuk Endang sekeluarga.

"Semoga dapat membantu yah pak," kata seorang Polwan, yang memberikan bantuan tersebut.

"Terima kasih bu, semoga menjadi ladang amal, buat semuanya, amin," kata Endang sambil terbata-bata menahan tangis.

Menurut Miftah Fajarudin, Ketua RT di tempat Endang tinggal, Endang merupakan salah seorang warganya yang termasuk keluarga miskin. Setiap ada bantuan dari pemerintah, keluarga Endang selalu masuk sebagai penerima bantuan.

"Termasuk untuk bantuan covid ini. Saya sudah daftarkan juga, tapi memang belum ada bantuan yang di terima," kata Miftah, di rumah Endang.

Miftah mengatakan, anak-anak Endang, ada yang bekerja sebagai kuli bangunan dan seorang OB. Namun belakangan diketahui anaknya baru saja kena PHK, akibat dampak Covid-19.

"Yang jadi OB itu, baru di PHK, karena Corona yah," ucap dia.

Miftah menyebut, untuk sementara waktu, kebutuhan pokok Endang sekeluarga, dibantu oleh warganya.  Mereka saling bahu-membahu, untuk memberikan alakadar makanan bagi keluarga Endang.

Sementara itu menurut Aipda Maulana Yusuf mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang kerap dilakukan setiap tahun oleh anggota Polri Bintara lulusan 2001.

"Ditambah sekarang ini  sedang adanya wabah corona, dan kami pun langsung memberikan bantuan bagi warga yang terkena dampaknya. Sebanyak,100 paket sembako kita siap diatribusikan begi masyarakat yang sangat membutuhkan," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA