Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran di Jabar Aman

Bandung Raya

Selasa, 19 Mei 2020 | 19:56 WIB

200519195845-stok-.jpg

KETERSEDIAAN bahan pokok menjelang Idulfitri di wilayah Jabar aman, baik di pasar tradisional maupun stok di Bulog. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar sudah melakukan pemantauan di 10 pasar di wilayah Kota Bandung dan sejumlah Gudang Bulog. 

Harga kebutuhan pokok juga relatif stabil. Meskipun dari sejumlah komoditi ada yang harganya mengalami kenaikkan, seperti bawang merah dan terigu. Ini disebabkan konsumsi yang cukup tinggi di tengah-tengah masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan menjelang Lebaran. 

 “Kami sudah memantau di 10 pasar tradisional Kota Bandung. Hasil pantauan kami secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil dan ketersedian barangnya aman. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Mohammad Arifin Soedjayana saat konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

Ia menambahkan, stok di 7 Gudang Bulog di wilayah Jabar juga aman. Misalnya untuk beras ketersedian stoknya aman untuk 6 bulan ke depan. Begitu juga untuk gula, ada sekitar 4.821 ton di Gudang Bulog, jumlah ini dinilaii aman sampai 2 bulan ke depan.

“Kenapa dua bulan, karena gula ini menjadi item dari bantuan sosial (Bansos) provinsi, sebanyak 1 kg/paket sembako untuk 1,5 juta penerima. Dengan begitu, kondisi gula untuk satu bulan ke depan aman. Begitu juga minyak goreng dan telur stoknya melimpah,” kata Arifin.

Sementara itu, untuk protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di pasar tradisional dan modern, sejak awal sudah diingatkan. Pihaknya, bahkan pusat sudah memberi surat edaran tentang pelaksanaan protokol kesehatan di masa pandemi. 

“Namun, yang memiliki kewenangan penuh terhadap pasar dan mal adalah gugus tugas di kabupaten/kota. Saya rasa, semua pihak sudah melakukan sesuai dengan prosedural dan kewenangannya masing-masing. Kita sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait,” jelas Arifin. 

Bahkan, pihaknya sudah memberi bantuan berupa wastafel portable ke sejumlah pasar tradisional. Ini dilakukan untuk melaksanakan protokol kesehatan, tidak hanya bagi pedagang tapi juga bagi masyarakat yang datang ke pasar.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA