Masyarakat Jabar Diimbau Waspadai Hoaks tentang Covid-19

Bandung Raya

Selasa, 19 Mei 2020 | 16:33 WIB

200519163321-masya.jpeg

Lucky M. Lukman

Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) mengajak masyarakat untuk mewaspadai maraknya hoaks terkait dengan pandemi Covid-19. Hoaks yang beredar dikhawatirkan akan semakin membuat persoalan semakin rumit dan masyarakat tidak tenang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap upaya-upaya pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum Covid-19 ini dengan menyebarkan berita-berita bohong (hoaks), memutar balikkan fakta tentang Covid-19 dan atau opini yang menyudutkan pemerintah yang sedang bekerja keras untuk mengatasi Covid-l9," tutur Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei, di kantor MUI Jabar, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

Rachmat yang didampingi Sekum MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan, pihaknya sangat berharap masyarakat tidak muda percaya terhadap provokasi yang ada. Hoaks yang banyak beredar, ujarnya, sudah berlebihan dan terkadang tidak sesuai dengan logika.

"Seperti ada di satu daerah, berita hoaks yang dikaitkan dengan penanganan Covid-19. Katanya untuk rapid tes itu bahaya, bahkan bisa membunuh kyai karena ada suntik-suntiknya. Ini kan sudah keterlaluan dan membingungkan masyarakat," ungkap Rachmat.

Masyarakat, ujar Rachmat, untuk kondisi saat ini diimbau untuk lebih selektif dalam menerima informasi. Masyarakat pun harus benar-benar konsisten percaya dan bahkan ikut membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi yang terjadi.

"Jadi jangan mudah percaya provokasi. Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, baik waspada terhadap berita hoaks maupun terhadap virus corona. Dan terkait dengan Idulfitri, kami juga mengimbau masyarakat agar merayakannya secara sederhana, khusyuk, penuh syukur serta melakukan muhasabah (introspeksi diri) dengan tidak mengurangi syiar Idulfitri itu sendiri," pungkas Rachmat.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA