MUI Jabar: Masyarakat Lebih Baik Salat Idulfitri di Rumah

Bandung Raya

Selasa, 19 Mei 2020 | 16:08 WIB

200519160820-mui-j.jpg

Lucky M. Lukman

Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei (kanan) didampingi Sekum MUI Jabar, Rafani Achyar saat memberikan keterangan pers, Selasa (19/5/2020).

PANDEMI Covid-19 masih belum berakhir. Di Jawa Barat (Jabar), pandemi ini masih mengintai sehingga pemerintah tetap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) meski dalam waktu dekat sebagian besar warga akan merayakan Idulfitri 1441 H.

Menyikapi kondisi saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar kembali mengeluarkan imbauan ke-empat, khususnya terkait dengan pelaksanaan Salat Idulfitri dalam suasana Covid-19. MUI Jabar mengimbau warga di Tanah Pasundan agar melaksanakan salat Idulfitri 2020 di rumah baik secara sendiri maupun terbatas bersama keluarga.

Imbauan MUI Jabar ini merujuk pada Fatwa MUI Pusat No. 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat IdulFitri saat Pandemi Covid-19 dan Rekomendasi Gubernur Jawa Barat tentang Salat Sunah Idulfitri di rumah.

Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei mengatakan, pihaknya menyadari tingginya antusias masyarakat untuk menggelar Salat Idulfitri. Apalagi pelaksanaan Salat Idulfitri memang disunahkan di masjid atau lapangan secara bersama-sama.

"Mengingat kondisi saat ini yang masih pandemi covid-19, akan lebih baik jika ibadah tersebut dilaksanakan masing-masing di rumah. Ini memang sulit. Tapi masyarakat lebih baik melaksanakan salat Id di rumah," tutur Rachmat kepada wartawan di kantor MUI Jabar, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

Menurut Rachmat, berdasarkan fiqih telah jelas dinyatakan bahwa mencegah kerusakan harus lebih diutamakan dibanding melakukan kebaikan yang mendatangkan pahala.

"Mencegah mafsadat harus didahulukan daripada mengambil manfaat. Dan sesuai dengan maqasid as-syari 'ah yang menyatakan bahwa menjaga kesehatan badan adalah tujuan yang utama," tutur Rachmat yang didampingi Sekum MUI Jabar, Rafani Achyar.

Atas dasar inilah, ujar Rachmat, MUI telah mengeluarkan fatwa yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi muslim untuk menggelar Salat Idulfitri tahun ini di rumah. Dalam fatwa itu dinyatakan, masyarakat di daerah yang penyebaran virus koronanya belum mereda agar melaksanakan takbiran dan salat Idulfitri 1441 H di rumah.

Sementara bagi mereka yang tinggal di daerah dengan tren penyebaran virus yang sudah mereda, bisa melaksanakan ibadah tersebut secara bersama-sama baik di masjid maupun lapangan. Daerah yang sudah masuk zona hijau (terbebas dari covid-19) itu ditandai dengan tidak adanya warga yang terpapar virus tersebut.

"Ditandai dengan angka kasus covid yang menurun, kerumunan orang berkurang. Jadi dibolehkan Salat Id, dengan catatan terkendali dan dianggap aman menurut ahli yang kredibel," jelas Rachmat.

Namun, Rachmat meyakini untuk mendapatkan kepastian tersebut sangat sulit. Apalagi sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai di wilayahnya saat ini tidak ada yang masuk zona hijau.

"Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat agar melaksanakan takbiran dan Salat Idulfitri di rumah baik sendiri maupun terbatas bersama keluarga. Walaupun kurang afdal karena sendiri (salat di rumah), tapi kita mendapat keutamaan karena menghindari kerusakan bagi masyarakat," paparnya.

Jika masih ada warga yang tetap melaksanakan Salat Idulfitri bersama-sama di masjid atau lapangan, Rachmat mengingatkan agar tetap mematuhi protokol covid-19. "Harus tetap memenuhi protokol kesehatan. Tapi itu kan memberatkan, jadi lebih baik di rumah. Seperti yang tadi saya sampaikan, menjaga mafsadat untuk masyarakat lebih besar pahalanya dibanding Salat Sunat Idulfitri," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA