Pemkab Bandung Barat Perpanjang PSBB Hingga Awal Juni

Bandung Raya

Selasa, 19 Mei 2020 | 15:45 WIB

200519154703-pemka.jpg

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan melanjutkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga, setelah PSBB Jawa Barat selesai pada Selasa (19/5/2020) ini.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, mengatakan keputusan memperpanjang pemberlakuan PSBB tersebut berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bahwa Kabupaten Bandung Barat masih berada dalam zona kuning.

"Kita akan melanjutkan PSBB tahap 3 ini mulai besok, sampai 14 hari ke depan. Alasannya karena hasil evaluasi gugus tugas, Bandung Barat masih ada di zona kuning, meskipun hasil evaluasi gubernur bahwa Bandung Barat ada di zona biru," ujar Aa Umbara saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (19/5/2020).

Aa Umbara menjelaskan, PSBB yang akan diterapkan hingga 2 Juni itu difokuskan pada PSBB di tingkat RW yang terdeteksi ada kasus positif virus corona.

"Lebih dilokalisasi di wilayah saja, jadi fokus ke PSBB di tingkat RW yang ada kasus positif. Kemarin ada 13 RW di 8 desa yang ada kasus positif," tuturnya.

Teknis pemberlakuan PSBB parsial tersebut tak berbeda dengan PSBB tahap 1 dan 2. Masyarakat tetap diwajibkan melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker, menerapkan physical dan social distancing.

"Masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. PSBB parsial berlaku untuk semua, wajib social distancing juga," katanya.

Selama PSBB parsial diterapkan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, Aa Umbara juga meminta agar masyarakat tidak memaksakan untuk mudik demi meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Soal mudik, jangan dulu lah, tidak usah memaksakan juga. Hubungi keluarga via ponsel dulu. Kalau sudah selesai pandemi baru boleh mudik," imbaunya.

Umbara meminta agar masyarakat mendukung pelaksanaan PSBB parsial agar kondisi sosial dan ekonomi bisa segera kembali seperti sediakala.

"Masyarakat jangan berpikir kalau mengatasi pandemi ini menjadi tugas pemerintah, tapi justru tugas utamanya masyarakat," pungkasnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA