Dampak Covid-19, Kunjungan Konsumen ke Pasar Tradisional Turun 50 Persen

Bandung Raya

Kamis, 26 Maret 2020 | 16:53 WIB

200326165337-dampa.jpg

dok

ilustrasi

SUASANA di tiga pasar tradisional di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung tak seramai hari-hari biasanya. Menurunnya kunjungan konsumen ke pasar tradisional itu berkaitan dengan mewabahnya virus Corona atau Covid-19.

Ketiga pasar yang mengalami penurunan kunjungan pembeli yakni Pasar Wangisagara, Pasar Baru Majalaya dan Pasar Stasion Majalaya.

"Setelah adanya ancaman penyebaran penularan virus Corona dan disusul dengan imbauan pemerintah tidak melakukan aktivitas di tempat keramaian, kunjungan warga ke Pasar Wangisagara mengalami penurunan mencapai 50 persen," kata Kepala Desa Wangisagara, Enjang Sugandi, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, walaupun operasional pasar tetap normal seperti biasa pada setiap harinya, tingkat kunjungan konsumennya mengalami penurunan signifikan.

"Mungkin saja para pengunjungnya takut. Begitu juga yang dialami para pedagang ada juga yang merasa khawatir dengan ancaman virus corona. Kunjungan konsumen ke pasar tersebut biasanya tidak seperti yang terjadi saat ini, terlihat sepi," tambahnya.

Pasar Wangisagara itu letaknya berdekatan dengan Kantor Kepala Desa Wangisagara, sehingga ia bisa memantau langsung situasi di pasar tersebut.

Sama halnya yang dikatakan Ujeng, warga Desa Wangisagara yang ada di sekitar pasar. Menurut dia, mewabahnya ancaman penyebaran virus corona, berpengaruh signifikan pada perekonomian di lingkungan pasar tradisional.

"Mungkin saja banyak warga yang khawatir, sehingga mengurangi bepergian ke pasar. Biasanya, pasar tradisional tersebut selalu ramai dikunjungi warga. Namun saat ini kondisi pasar sepi," katanya.

Demikian pula yang diungkapkan Roni, saudara pedagang pasar subuh di kawasan Kota Majalaya. Ia mengatakan, kunjungan warga ke pasar subuh di kawasan Kota Majalaya terlihat sepi dalam beberapa hari terakhir ini.

"Biasanya di pasar subuh itu ramai dari kunjungan warga yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang ini sepi dari pengunjung," katanya.

Roni mengatakan dampak dari penyebaran virus corona itu, sangat berpengaruh kuat pada ekonomi masyarakat, khususnya yang dialami para pedagang subuh.

Ia mengaku sangat merasakan dampak dari penyebaran virus corona tersebut. "Kita tetap berdoa dan ikhtiar, supaya permasalahan ini segera selesai," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA