Penghasilannya Terdampak Covid-19, Warga Jabar Peroleh Bantuan Rp 500 Ribu

Bandung Raya

Kamis, 26 Maret 2020 | 16:28 WIB

200326162834-pengh.jpg

dok

Gubernur Jabar Ridwan Kamil

PEMPROV Jawa Barat terus melakukan upaya untuk mengatasi dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebutkan, pihaknya akan menggelontorkan kurang lebih Rp 18 triliun untuk membantu masyarakat Jabar yang terdampak Covid-19.

"Kami sudah rapat dengan pimpinan dewan (DPRD). Kesimpulannya dalam dua minggu ke depan akan menyalurkan bantuan keuangan kepada warga Jawa Barat yang terdampak Covid-19," jelas pria yang kerap disapa Kang Emil ini melalui siaran live di akun instagram @humas_jabar, Kamis (26/3/2020).

Warga yang akan akan menerima bantuan itu, katanya, adalah mereka yang rawan miskin baru. "Gara yang tadinya normal hidupnya. Tiba-tiba tidak berpenghasilan. Dalam kondisi ini, kita akan tindak cepat. Jika tidak ada halangan, minggu depan kita salurkan," jelas pria yang akrab disapa Emil itu.

Mantan Wali Kota Bandung itu menjelaskan, dari total Rp 18 triliun, Rp 4 - 5 triliun akan digelontorkan sebagai tanggap darurat, untuk membantu rakyat yang tidak berpenghasilan. Sementara sebesar Rp 13 truliun diterapkan dalam program padat karya, bagi mereka yang terkena PHK.

"Anggarannya dari penggesaran peruntukan dana desa, yang kita fokuskan anggaran-anggaran proyek yang tidak signifikan dan berhubungan langsung dengan rakyat," jelas Kang Emil seraya menambahkan, anggaran itu berasal dari re-alokasi APBD Jabar yang sudah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Adapun anggaran sebesar Rp 4 - 5 triliun itu, lanjut Emil, akan diberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu kepada 1 juta orang yang harus diberikan pertolongan. Data 1 juta orang yang harus ditolong itu berdasarkan catatan Tim Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan.

"Dari Rp 500.000 itu, sepertiga berupa cash dan dua pertiga untuk bahan sembako dan barang," imbuhnya.

Kemudian pada tahap kedua, ada anggaran yang sudah disepakati sebesar Rp 13 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk padat karya. Akan ada proyek senilai Rp 13 triliun yang akan diimplementasikan kepada maysarakat yang kena PHK.

"Anggaran Rp 13 triliun adalah untuk melakukan proyek-proyek dibikin menjadi padat karya, untuk masyarakat yang tiba-tiba menjadi pengangguran setelah tanggap darurat," tuturnya.

Bantuan ini, akan dilakukan secara bertahap, pertama yang akan dilakuakn selama dua bulan terlebih dahulu yakni untuk memberikan jaringan pengaman sosial. Kemudian, apabila selama dua bulan tidak cukup, maka pihaknya akan memperpanjang menjadi empat bulan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA