PMI KBB Krisis Stok Darah

Bandung Raya

Rabu, 25 Maret 2020 | 20:06 WIB

200325200719-pmi-k.jpg

dok

ilustrasi

AKIBAT mewabahnya virus corona atau Covid-19, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Barat kian menipis. Hal ini menyebabkan permintaan darah dari sejumlah rumah sakit tidak bisa terpenuhi.

Kepala PMI KBB, Junaedi mengatakan, penjadwalan distribusi darah pun terpaksa dihentikan. "Stok darah sangat menipis. Ini jelas cukup mengkhawatirkan," katanya, Rabu (25/3/2020).

Junaedi juga menuturkan, sebelumnya setiap bulan PMI KBB bisa menampung 250 stok kantong darah. Akan tetapi semenjak isu corona merebak stok darah di PMI KBB turun drastis menjadi 20 kantong. Hal ini pun, menurut dia, terjadi hampir di semua daerah.

Menurut Junaedi, akibat penyebaran virus yang semakin masif, ada rasa khwawatir dari warga untuk mendonorkan darah. Dengan kondisi itu, pihaknya tidak bisa memaksa agar masyarakat mendonorkan darahnya.

"Karena ini merupakan wabah dunia, mau bagaimana lagi, karena semua aktivitas normal, baik di lingkungan pemerintah, sekolah pun dihentikan untuk sementara," tutur dia seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Meski demikian, Junaedi menyarankan, apabila ada masyarakat yang membutuhkan darah, pihak keluarga bisa membantu menjadi pendonor. Pihaknya mengaku siap membantu untuk proses donor darah.

Lebih lanjut dia menambahkan, kini PMI KBB tengah fokus melakukan penyemprotan bersama beberapa instansi pemerintah dengan menggunakan cairan disinfektan di jalanan dan fasilitas-fasilitas umum untuk menekan penyebaran virus corona.

"Hari ini (kemarin) juga kami punya jadwal untuk penyemprotan di Pasar Batujajar, Sindangkerta dan Cililin," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA