Rabu (25/3/2020), Pemprov Jabar Mulai Gelar Tes Masif Covid-19

Bandung Raya

Senin, 23 Maret 2020 | 17:31 WIB

200323173111-rabu-.jpg

Humas Pemprov Jabar

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, tes masif Covid-19 di sejumlah wilayah di Jawa Barat, rencananya akan dimulai pada Rabu (25/3/2020). Untuk tahapan awal, tes dilakukan untuk warga dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Tes masif di daerah dengan penyebaran Covid-19 paling besar tersebut, tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar. Tes hanya diperuntukkan bagi mereka yang masuk kedalam tiga kategori.

Pertama kategori A, yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani Covid-19.

Kemudian kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Lalu kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit Covid-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

"Jadi tolong disosialisasikan bahwa tes masif ini bukan untuk semua orang. Ini adalah uji petik untuk mencari peta persebaran," ungkap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jln. Otista, Kota Bandung, Senin (23/3/2020).

Dengan demikian, bagi warga Jawa Barat yang sehat tidak perlu mengikuti tes. Kecuali merasa sehat tapi masuk dalam kategori yang berinteraksi sosial-massa. Sehingga jika tidak masuk dalam ketiga kategori tersebut, tidak perlu panik dan tinggal di rumah atau sosial distancing.

Dikatakan pria yang akrab disapa Emil, tes masif yang akan dilakukan berupa RDT (Rapid Diagnose Test) bagi Kategori B dan C secara drive-through (drive thru). Sementara untuk kategori A tidak dilakukan secara drive thru, tetapi dikombinasikan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction), secara door-to-door di rumah sakit rujukan ODP dan PDP di daerah masing-masing.

Emil menjelaskan, tes masif Covid-19 ini, bertujuan mencari peta persebaran Covid-19 dan memutus rantai penyebaran agar bisa dilakukan tindak lanjut medis.

“Alat tesnya itu menggunakan darah. Jadi darah di tes dalam sebuah alat, dalam hitungan 15 menit hasilnya akan keluar. Alat ini akan dikirimkan secukupnya ke daerah-daerah termasuk Majalengka, Indramayu, dan Sukabumi untuk mengetes Kategori A. Misalkan Indramayu ada TKI atau TKW baru datang, kejar orangnya lalu lakukan tes (dengan alat) yang kami kirim," paparnya.

Selain itu, ia menuturkan, syarat lokasi pelaksanaan tes masif Covid-19 bagi Kategori B dan C yaitu memiliki lapangan parkir yang luas, akses yang mudah, dan lokasi yang berjauhan dengan pemukiman warga.

“Sementara ini yang kami setujui baru Lapangan Stadion Patriot untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Kalau Kabupaten Bogor sendiri, Kota Depok sendiri, Kota Bogor sendiri. Sementara sisanya diskenariokan untuk wilayah Sukabumi, Cianjur, Cirebon, dan lainnya akan diantrekannya di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung," terangnya.

Sementara itu, bagi masyarakat Kategori B dan C yang mengikuti tes masif Covid-19 secara drive thru, akan mendapatkan panggilan dari Pemprov Jabar melalui pengajuan daerahnya masing-masing.

Oleh karena itu, ia meminta kepala daerah kabupaten/kota terkait untuk mengirimkan daftar nama dan alamat warga, yang akan dites tersebut, secara online melalui aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat).

"Setelah daftar online ada proses verifikasi wawancara, lalu keluarlah surat (jadwal) kapan datang untuk tes. Maka yang drive thru ini datangnya tunggu surat panggilan," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA