Cegah Virus Corona, ACT Semprotkan Disinfektan di Masjid Agung Majalaya

Bandung Raya

Minggu, 22 Maret 2020 | 16:06 WIB

200322160728-cegah.jpg

AKSI Cepat Tanggap (ACT) Jawa Barat bekerjasama dengan pengelola Masjid Agung Majalaya dan Muspika Majalaya, melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di dalam dan luar masjid, Ahad (22/3/2020). Penyemprotan disinfektan itu sebagai bentuk kepedulian ACT terhadap keamanan dan kenyamanan sarana serta fasilitas kepentingan umat melaksanakan ibadah salat lima waktu. 

Pantauan galamedianews.com di Masjid Agung Majalaya, Tim ACT yang berjumlah enam orang itu, hampir setiap sudut ruangan di dalam Masjid Agung Majalaya disemprot disinfektan. Mulai dari ruang imam/khotib, lantai dalam dan luar, kaca, dan dinding tembok pun tak luput dari penyemprotan disinfektan. 

Termasuk jendela, pintu dan tiang menara masjid pun menjadi perhatian Tim ACT untuk disemprot disinfektan. Dengan adanya penyemprotan disinfektan itu diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus corona. 

"Penyemprotan disinfektan itu dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di tempat ibadah, yang selama ini digunakan salat lima waktu berjemaah dan salat jumat," kata Pengelola Masjid Agung Majalaya Deden Asrul didampingi Wakanit Satpol PP Kecamatan Majalaya Adang Apip kepada galamedianews.com di sela-sela penyemprotan. 

Deden Asrul menuturkan, pelaksanaan penyemprotan disinfektan di Masjid Agung Majalaya itu, setelah dirinya berkomunikasi dengan ACT dan Muspika Majalaya. Mengingat saat ini di Jabar, khususnya di Kabupaten Bandung masuk zona merah ancaman penyebaan virus corona. 

"Sejak mewabahnya penyebaran virus corona, Masjid Agung Majalaya masih seperti biasa digunakan tempat melaksanakan salat lima waktu. Termasuk salat Jumat juga bisa dilaksanakan seperti biasa. Makanya kami memandang perlu, Masjid Agung Majalaya harus dilaksanakan penyemprotan disinfektan dengan harapan dapat mencegah penyebaran wabah virus corona yang dinilai membahayakan bagi keselamatan para jamaah masjid," papar Deden Asrul. 

Ia mengatakan, penyemprotan disinfektan ini bagian dari upaya dan ikhtiar dalam pencegahan virus mematikan tersebut. "Bahkan kami sejak Jumat (20/3/2020), sudah menggulung karpet masjid setelah salat Jumat. Supaya tidak ada virus yang menempel di karpet dan sebagai upaya pencegahan. Bahkan sebelum digulung, pada Kamis (19/3/2020), pihak perusahaan sempat membersihkan karpet dengan menggunakan disinfektan dan sabun sebelum akhirnya digulung dan diamankan," tuturnya. 

Setelah dilaksanakan penyemprotan disinfektan, ia mengatakan, Masjid Agung Majalaya digunakan seperti biasa untuk melaksanakan salat lima waktu berjemaah. Namun para jemaah bisa membawa sajadah di rumahnya masing-masing, karena karpet masjid digulung. Tetapi tanpa membawa sajadah pun masih bisa melaksanakan salat lima waktu berjemaah dengan alas lantai yang sudah dibersihkan. 

"Kami berharap dengan adanya penyemprotan disinfektan ini dapat menjauhkan penyebaran vius corona. Supaya masyarakat tetap aman dan sehat. Tetapi kita juga berusaha untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman penyebaran virus covid-19 tersebut," ungkapnya. 

 

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA