TPT TPS Ambruk, Satgas Citarum Harum Bakal Siapkan TPS Baru

Bandung Raya

Sabtu, 21 Maret 2020 | 13:42 WIB

200321134714-tpt-t.jpg

Engkos Kosasih

TEMBOK penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar 40 meter dan tinggi 1 meter yang dijadikan tempat pembuangan sampah rumah tangga di bantaran Sungai Cikaro Kampung Babakan Jambu RT 03/RW 11 Desa Majakerta Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung ambruk, Sabtu (21/3/2020).

Ambruknya TPT pada lahan carik Desa Majakerta itu akibat luapan Sungai Cikaro pada Jumat (20/3/2020) malam, setelah turun hujan deras.

Pembangunan TPT itu diduga tak ada penahan besi selup yang ditanam kedalam tanah untuk menahan TPT dari derasnya luapan air sungai tersebut dan menimbun tanaman padi.

TPT yang masih tersisa sekitar 40 meter yang masih utuh harus segera ada penanganan dengan cara dipasang besi penahan supaya tidak ambruk disaat air Sungai Cikaro kembali meluap disaat turun hujan deras.

Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Pos Desa Majakerta Sertu Aguh bersama Ketua RT 03 Kampung Babakan Jambu Ajat dan sejumlah warga meninjau TPT yang ambruk di lokasi tempat pembuangan sampah rumah tangga.

"Di lokasi tempat pembuangan sampah itu akan dijadikan tempat edukasi pengolahan sampah rumah tangga. Sampah yang sudah menumpuk di lokasi itu akan ditimbun dengan menggunakan endapan lumpur dari aliran Sungai Cikaro. Supaya tidak digunakan lagi tempat pembuangan sampah," kata Sertu Aguh kepada wartawan di lokasi TPT yang ambruk, Sabtu siang.

Sertu Aguh mengatakan, dalam pengelolaan sampah rumah tangga itu, pihaknya akan mengajak masyarakat di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut.

"Supaya sampah tidak dibuang ke lokasi TPT yang ambruk itu, kita akan menyiapkan tempat pembakaran sampah satu RT satu tempat pembakaran sampah yang terbuat dari drum," kata Aguh.

Aguh mengatakan, sampah yang mengendap di aliran Sungai Cikaro sempat dibersihkan dan diangkut. Bahkan jajaran Satgas Citarum pun melakukan patroli malam untuk mengawasi dan mencegah warga yang buang sampah ke Sungai Cikaro.

"Saya pun sempat kaget ketika masih ada warga yang buang sampah ke sungai setelah sebelumnya dibersihkan. Sampai ada satu karung sampah yang dibuang," kata Sertu Aguh.

Sementara itu, Ketua RT 03 Kampung Babakan Jambu Ajat mengatakan, lokasi tempat pembuangan sampah tersebut baru tiga bulan digunakan warga sekitar, sampai akhirnya TPT-nya ambruk karena tidak kuat menahan derasnya luapan air Sungai Cikaro.

"Kalau tidak ada tempat pembuangan sampah ini, kita juga khawatir warga membuang sampah ke Sungai Cikaro," kata Ajat.

Sebelum ada tempat pembuangan sampah tersebut, katanya, banyak warga yang membuang sampah ke Sungai Cikaro.

"Kita juga sempat memasang pagar di aliran Sungai Cikaro untuk menghalangi sampah yang dibuang ke Sungai Cikaro. Dengan tujuan supaya gampang membersihkan sampah, ketika ada warga yang membuang sampah ke sungai. Namun pagar penghalang sampah itu hanya bertahan dua hari dan setelah itu ada yang mencabut. Entah siapa," katanya.

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk mengolah sampah dengan cara dibakar. "Kita pun akan terus menjaga warga, supaya tak buang sampah ke sungai," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA