DPRD Jabar Dorong Pemprov Segera Tertibkan Aset

Bandung Raya

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:39 WIB

200214163312-dprd-.JPG

baebudindanajengku.blogspot.com

Abdul Rozaq Muslim

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menyelesaikan masalah aset pemerintah provinsi. Seperti halnya persoalan aset di wilayah Jalan Ampera Kota Cirebon.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jabar, Abdul Rozak Muslim menyebutkan, pihaknya meminta dan mendorong Pemprov Jabar untuk mengambil langkah konkrit dalam hal penyelesaian permasalahan aset tersebut. Hal paling mendasar aset tersebut banyak yang sudah dikuasai masyarakat secara umum, bahkan sudah tersertifikasi.

"Kalau dibiarkan, khususnya aset di Jalan Ampera ini dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujar Abdul Rozak, Jumat (13/2/2020).

Dia menyebutkan, ada sekitar 100an lebih aset di Jawa Barat yang diklaim masyarakat umum. Di antaranya dimanfaatkan Pemerintah Kota Cirebon yang sudah bersertifikat dan kelengkapan administrasi pelimpahan ke Pemkot Cirebon.

"Dari informasi yang berkembang, pada dasarnya masyarakat juga khawatir dan menyadari akan status tanah lantaran bukan miliknya tersebut meskipun sudah bersertifikat," kata politisi Partai Golkar tersebut seperti ditulis wartawan "PR", Ecep Sukirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Cirebon, Abdul Syukur menjelaskan, kantor Dinas Lingkungan Hidup tersebut merupakan bagian dari pelimpahan aset yang dimiliki Pemprov Jabar. Jelasnya hak pakai dan sudah bersertifikat untuk digunakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon. Ada empat bidang aset yang sudah dilimpahkan ke Pemkot Cirebon.

"Kantor DLH ini pun sudah dilimpahkan menjadi aset milik Pemkot Cirebon," ujarnya.

Dia berharap, persoalan aset tersebut dapat segera diselesaikan dan tertib secara administrasi. Pasalnya, meskipun sudah menjadi aset milik Pemkot Cirebon, kendalanya dari masyarakat sekitar yang hingga kini masih ada yang mempermasalahkan.

"Statusnya sudah milik pemkot, tetapi masyarakat sekitar masih ada yang mempermasalahkan. Sehingga sedikit mengganggu juga," ujar dia.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA