Malam Ini, Jalan Bandung-Garut Kembali Tergenang Banjir

Bandung Raya

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:39 WIB

200129194503-malam.jpg

Engkos Kosasih

AKSES jalur nasional Jalan Raya Bandung-Garut yang membatasi Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dan Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang kembali tergenang banjir, Kamis (29/1/2020) malam ini.

Sebelumnya, di kawasan Cimanggung dan sekitarnya sejak Kamis sore turun hujan deras.

Pantauan di lapangan, dampak genangan banjir dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa atau sekitar 40 cm itu menghambat laju kendaraan dari arah Parakanmuncang-Cicalengka tujuan Cileunyi dan Kota Bandung.

Sebaliknya, kendaraan dari arah Cileunyi tujuan Parakanmuncang-Cicalengka juga terhambat genangan banjir tersebut. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos genangan banjir, mesin kendarannya mati sehingga para pengendara terpaksa harus mendorong kemdaraannya. Bahkan banyak warga yang membantu mendorong mobil yang mogok karena memaksakan diri menerobos genangan banjir.

Sejumlah petugas kepolisian siaga di lokasi banjir tersebut untuk mengatur lalulintas. Sejumlah pihak berharap, genangan banjir segera surut karena berada di jalur akses kendaraan yang menghubungkan antar kota di Bandung Raya tersebut. 

"Sebenarnya, banjir di Jalan Bandung-Garut ini bukan kali ini terjadi. Sudah sering terjadi setiap memasuki musim hujan. Apalagi, sebelum ada penataan drainase di kanan kiri jalan tersebut, akses jalan sempat terputus," kata Soleh Nurdin, warga Rancaekek kepada galamedianews.com.

Meski sudah ada penataan drainase, kata Soleh Nurdin, genangan air masih saja terjadi karena besarnya debit air setelah turun hujan deras.

"Air pun tidak tertampung di saluran drainase, sehingga menggenangi ruas jalan. Tetapi genangan airnya tidak berlangsung lama dan hanya beberapa jam, bisa kembali surut," kata Soleh Nurdin.

Ia mengatakan, tingginya debit air yang menggenangi kawasan tersebut disaat turun hujan deras, dipicu oleh alih fungsi lahan.

"Coba saja lihat di kawasan Cimanggung, yang sebelumnya lahan hijau beralih fungsi menjadi perumahan dan bangunan lainnya. Otomatis luncuran air semakin deras dan menggenangi ruas jalan. Drainase pun tak mampu menampung air disaat turun hujan," katanya.

Sementara itu menurut Budi, warga Rancaekek, genangan banjir di jalur Bandung-Garut sangat dikeluhkan para pengendara. Tak hanya itu, katanya, para pelaku usaha imdustri dan garmen yang ada di kawasan Rancaekek dan Cimanggung juga dirugikan karena akses keluar masuk kendara yang membawa barang tersendat.

"Para buruh pabrik yang akan masuk kerja juga terhambat. Jadi dampak banjir ini sangat merugikan bagi masyarakat luas, termasuk pengusaha angkutan. Laju kendaraannya tersendat akibat banjir," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA