Bupati Minta Tolong Swasta Bantu Perbaiki Sekolah Rusak di Bandung Barat

Bandung Raya

Selasa, 28 Januari 2020 | 21:30 WIB

200128212810-bupat.jpg

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mendorong perusahaan swasta membantu memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Pasalnya, antara kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah dengan jumlah sekolah yang harus diperbaiki tidak berimbang.

"Kami sangat menunggu kepedulian pihak swasta nasional maupun lokal mengarahkan program corporate social responsibility (CSR) untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak," kata Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna usai meresmikan pembangunan SDN 1 Cimerang, SDN Ciampel, SDN 3 Cimerang di Jalan Raya Batujajar, Desa Laksanakan, Padalarang. Selasa (28/1/2020).

Ia menyebut sudah ada beberapa sekolah yang diperbaiki melalui CSR perusahaan. Harapannya akan semakin banyak yang diperbaiki dengan anggaran non pemerintah.

"Sekolah itu fasilitas umum yang mencetak generasi penerus yang berpendidikan. Melalui bangku sekolah ditentukan nasib bangsa ini ke depan. Maka dari itu, pemerintah daerah terus mendorong swasta ikut membantu memperbaik fasilitas pendiidkan," tuturnya.

Ia tidak memungkiri masih banyak sekolah di Kabupaten Bandung Barat yang perlu segera mendapat penanganan. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya pemerintah memberlakukan skala prioritas kepada sekolah yang kondisi bangunannya rusak berat.

"Sebab tidak mungkin seluruhnya bisa ditangani sekaligus, harus mendahulukan sekolah yang rusak berat. Ketika yang berat ditangani, ruang kelas yang tadinya rusak sedang karena tidak ditangani menjadi rusak berat ," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat Imam Santoso mengungkapkan, terdapat 811 ruang kelas di Bandung Barat yang kondisinya rusak berat, 679 rusak sedang, dan 2.638 rusak ringan. Sementara 701 ruang kelas masuk kategori baik.

"Bahkan terdapat lima ruang kelas yang masuk kategori rusak total. Di Kecamatan Cipeundeuy, dan Parongpong. Padalarang masing-masing satu ruang kelas. Sedangkan di Sindangkerta terdapat dua ruang kelas yang rusak total," ungkap Imam.

Kondisi serupa terjadi di tingkat sekolah menengah pertmna (SMP). Terdapat 166 ruang kelas rusak berat, 397 rusak sedang dan 886 rusak ringan. Sementara yang Kondisinya baik 363 ruang kelas.

"Tahun ini, Kabupaten Bandung Barat mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk 66 ruang kelas SD yang direhabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru. DAK juga dialokasikan buat91 ruang kelas SMP," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA