DPD PPNI KBB Minta Perawat Tak Panik dan Tetap Waspada Terkait Virus Corona

Bandung Raya

Selasa, 28 Januari 2020 | 20:40 WIB

200128204046-dpd-p.jpg

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bandung Barat, mengimbau kepada seluruh perawat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan terkait dengan merebaknya Novel Corona Virus (NCoV)/Virus Corona.

Kondisi tersebut dipertegas dengan keluarnya Surat Edaran Nomor : 002/PPNI-KBB/SE/I/20 tentang Kesiapsiagaan Perawat Dalam Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV).

"Perawat sangat rentan terhadap ancaman virus Corona, karena tugasnya selalu berhubungan dengan pasien atau penderita. Memang ini menjadi sebuah konsekuensi dari profesi seorang perawat, maka dari itu penjagaan diri perlu dilakukan," kata Ketua DPD PPNI Kabupaten Bandung Barat Aditya Duta Tirani di Padalarang, Selasa (28/1/2020).

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Aditya, disebutkan jika mengalami gejala demam, batuk, sakit tenggorokan, letih, lesu disertai kesulitan bernafas, segera periksa ke dokter, konsumsi cukup air agar tubuh terhidrasi dengan baik, istrahat yang cukup dan konsumsi gizi seimbang, perhatikan etiket batuk dan bersin, serta hindari kontak langsung/jarak dekat dengan penderita ISPA.

"Saat merawat pasien, selalu menggunakan alat pelindung diri (APD), hindari bersentuhan langsung dengan hewan liar, dan terapkan lima momen cuci tangan di lingkungan kerja," sarannya.

Ia tidak memungkiri, sejak merebaknya virus corona di Kota Wuhan, China. Tidak hanya menimbulkan kecemasan di masyarakat, juga dirasakan para tenaga medis, seperti dokter dan perawat.

"Sebab, dokter dan perawat selalu berhubungan langsung dengan penderita. Mereka sangat rentan tertular saat tengah merawat pasien. Risiko terpapar penyakit ini sangat tinggi, sehingga perlu dilakukan sejumlah langkah antisipasi," paparnya.

"Sampai sekarang belum ada vaksin untuk mencegah penyebaran virus yang dapat menyebabkan kematian ini. Oleh karena itu para perawat harus dapat menjaga diri supaya mereka tidak tertular," tuturnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA