Wagub Jabar Minta Anak Korban Banjir Tetap Bersekolah

Bandung Raya

Selasa, 28 Januari 2020 | 13:14 WIB

200128131405-wagub.jpg

ist

BANJIR masih merendam enam kecamatan di Kabupaten Bandung sejak Kamis (23/1/2020) hingga hari ini, Selasa (28/1/2020). Enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Majalaya dan Ciparay.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyempatkan waktu untuk mengunjungi titik banjir maupun pengungsian warga di Kantor Desa Dayeuhkolot, Jalan Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa (28/1/2020). Uu memberikan bantuan secara simbolis berupa tempat tidur atau kasur kepada warga di sana.

Berdasarkan Data BPBD Jabar dan BNPB, hingga Selasa (28/12020) pukul 05.00 sebanyak 18.046 KK/59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 sentimeter dan memaksa 1.454 KK/3.882 jiwa mengungsi.

Adapun sejumlah titik pengungsian meliputi Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata, Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung Inkanas Baleendah dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.

Uu yang sempat mengunjungi lokasi pengungsi di kawasan SDN Bojong Asih meminta bupati maupun sekda Kabupaten Bandung untuk segera mencari solusi. Di sana Uu menyapa anak-anak usia sekolah tidak melakukan kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya.

"Kami meminta kepada pak Bupati dan Sekda Bandung harus ada solusi supaya anak ini tetap proses belajar mengajar. Tempatnya dimana sehingga mereka tetep enggak libur. Sekarang sudah hampir seminggu libur. Sementara kalau menunggu air kan hese diprediksi, " tutur Uu seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah

"Jadi harapan kami kepada Bupati, masalah SD dan sekolah lain diperhatikan untuk proses belajar mengajar. Cari tempat. Apalagi bentar lagi mau ujian akhir," kata Uu.

Terkait relokasi, kata Uu, pihaknya harus membicarakan lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten.

Sementara itu, BPBD Jabar maupun BNPB merilis kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 Sekolah, 79 tempat ibadah, 18 fasilitas umum dan 278 hektar sawah. Selain itu akses Jalan Andir menuju Katapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assesment ke lokasi kejadian. Selain itu, bantuan logistik seperti sembako dan sejumlah barang penunjang kebutuhan lainnya terus dikirimkan kepada para pengungsi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA