Walungan Café Mengalami Renovasi

Bandung Raya

Senin, 27 Januari 2020 | 21:29 WIB

200127213050-walun.jpg

WALUNGAN Café yang diresmikan pada Desember lalu, dan saat ini sedang direnovasi. Walungan Café merupakan kafe yang hadir di tengah aliran sungai yang berada di pinggir Pasar Ulekan Pagarsih, Kecamatan Astanaanyar, Bandung.

Sekretaris RW 04 Kelurahan Cibadak Kec. Astanaanyar sekaligus pengelola Walungan Café, Nanan Subarna mengungkapkan, bahwa renovasi mulai dilakukan pada Rabu (22/1/2020) dan diperkirakan selesai dalam waktu dua minggu. Renovasi ini dilakukan karena adanya keluhan dari warga sekitar terkait debit air yang dinilai terlalu kecil.

“Dari DPU itu inginnya 10 cm untuk air yang sudah bersihnya, ternyata debit sisa air ke sininya kurang dan sangat kecil. Jadi masyarakat di sini yang RW 04 dan 09 Kelurahan Cibadak Kecamatan Astanaanyar serta RW 01 dan 03 Kelurahan Babakan Tarogong Kecamatan Bojongloa Kaler ada keluhan. Kalau tidak ada air, di sini bau dan bisa menjadi bahan penyakit,” ujarnya saat berbincang di kawasan RW 04 Kelurahan Cibadak Kec. Astanaanyar, Senin (27/1/2020).

“Setelah kami berembuk, kami ke DPU, audiensi. Alhamdulillah DPU merespon dengan baik. Akhirnya mereka mengubah infrastrukturnya, jadi nanti debit air ke sini bagus dan yang di Walungan Café juga airnya masih bagus dan bisa dipakai untuk wahana bermain anak seperti biasanya,” sambungnya.

Nantinya, akan dilakukan pula pemasangan dua paralon ukuran 12 inci, yang mana sebelumnya paralon hanya ukuran 6 inci. Hal ini dilakukan agar debit air menjadi lebih besar.

Di Walungan Café ini biasanya banyak anak-anak yang bermain dan ada pula orang-orang yang berkunjung. Selain itu, setiap Sabtu dan Minggu suasana lebih ramai dan ada kegiatan yang diadakan. Namun, sudah dua minggu tidak ada kegiatan di Walungan Café ini karena perbaikan jalan gang melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dan adanya renovasi kafe ini.

Nanan mengatakan bahwa setelah renovasi ini selesai, akan diadakan berbagai acara yang lebih ditingkatkan setiap Sabtu dan Minggu seperti Kuliner Gang dan penampilan kesenian daerah.

“Nanti setiap Sabtu dan Minggu jalannya ditutup dan dibuat kuliner gang. Sebelumnya ada juga yang berjualan namun sistemnya masih spontanitas dan belum tertata dengan baik dan benar. Mudah-mudahan ada sponsor yang bisa membantu untuk pengadaan tenda untuk pedagang agar seragam dan lebih bagus,” ungkapnya.

“Untuk pedagangnya kita mengutamakan warga kita dulu. Nanti mungkin kalau ada dari luar yang mau ikut, kita persilakan juga,” ujarnya.

Kegiatan ini nantinya akan melibatkan LPM Kelurahan Cibadak, RW 04, Kepemudaan RW 04, PKK RW 04, Linmas RW 04, PKK RW 04, dan Grup Senam Seria.

Menurut Nanan, masyarakat harus mengelola dan memelihara fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah ini. Nanan juga mengharapkan tempat ini bisa menjadi tujuan wisata yang ramai dan bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi warga, khususnya warga RW 04, umumnya Kelurahan Cibadak.

Sementara itu, di Walungan Café ini disediakan berbagai fasilitas seperti area bermain anak/area babaseuhan anak, 16 kursi dan 4 meja yang biasanya diturunkan setiap Sabtu dan Minggu, dan tempat sampah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA