Sebanyak 1.182 Warga Korban Banjir Masih Bertahan di Pengungsian

Bandung Raya

Senin, 27 Januari 2020 | 19:04 WIB

200127190635-seban.jpg

SEBANYAK 339 kepala keluarga (KK), terdiri dari 1.182 jiwa, termasuk 80 lansia, 73 balita, 9 ibu hamil, 9 ibu menyusui dan 4 orang disabilitas korban banjir asal Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, masih bertahan di sejumlah tempat pengungsian, Senin (27/1/2020).

Mereka selain mengungsi di Gedung Inkanas Baleendah, juga di Kantor Kecamatan Dayeuhkolot dan di tempat pengungsian lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mendapatkan bantuan makanan dan minuman dari Pemkab Bandung, juga dari lembaga lainnya maupun masyarakat lain yang peduli korban banjir.

Selama bencana banjir melanda kawasan Kecamatan Baleendah, Dayeuhkokot, Bojongsoang dan Rancaekek Kabupaten Bandung sejak Jumat (24/1/2020) malam lalu sampai hari Senin ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 11.659 kepala keluarga, 40.844 jiwa yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Citarum dan anak-anak sungainya.

Sebanyak 450 kepala keluarga di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay juga tak luput dari genangan banjir.  Bencana banjir itu menyusul turun hujan deras dalam beberapa hari terakhir ini di daerah aliran Sungai Citarum, yang menyebabkan aliran Sungai Citarum dan anak sungainya meluap menggenangi permukiman penduduk. Ketinggian air pun bervariasi dari mulai 20-180 cm.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si., mengatakan, di Kecamatan Dayeuhkolot sebanyak 2.122 rumah, 4.813 kepala keluarga, 15.839 jiwa, 778 balita, 25 ibu hamil dan 423 lansia yang terdampak banjir. Sedangkan di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah sebanyak 5.242 rumah, 6.396 kepala keluarga, 23.176 jiwa, 8 sekolah dasar, 35 masjid yang terdampak banjir. Sementara itu di Kecamatan Bojongsoang sebanyak 1.130 rumah, 1.130 kepala keluarga san 3.391 jiwa yang terdampak banjir.

"Untuk penanggulangan bencana banjir tersebut, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan Basarnas. Selain itu, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat korban terdampak bencana," jelasnya.

Akhmad mengatakan, untuk penanggulangan korban banjir, Dinas Kesehatan membuka posko/piket petugas kesehatan di tiap kecamatan yang terdampak banjir. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung dalam rangka penanganan dan penyaluran logistik.

"BPBD berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Bandung dalam rangka penanggulangan bencana. Selain itu  berkoordinasi dengan TNI, Polri,  Satpol PP Kabupaten Bandung melalui Linmas Siaga bencana dalam rangka penanganan bencana di kecamatan yang terdampak bencana banjir," katanya.

Ia mengatakan,  BPBD berkoordinasi dengan jajaran muspika, kelurahan/desa, dan penggiat kebencanaan Kabupaten Bandung untuk melakukan assesment dan evakuasi warga terdampak banjir.

"Sejumlah personel BPBD siaga di posko lapangan (gedung ex Inkanas)," pungkasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA