Camat Rancaekek Tuding Proyek Kereta Cepat Perparah Banjir di Kawasannya

Bandung Raya

Senin, 27 Januari 2020 | 09:38 WIB

200127093830-camat.jpg

dok

CAMAT Rancaekek, Baban Banjar menduga, penyebab banjir tak hanya disebabkan oleh luapan Sungai Cikeruh, tetapi juga proyek kereta cepat Indonesia China (KCIC). Proyek tersebut menjadi penyebab banjir yang semakin parah di Desa Sukamanah.

"Semula proyek KCIC itu daerah resapan air berupa lahan sawah. Sekarang dijadikan urukan, sehingga berdampak pada banjir di Desa Sukamanah. Kami berharap dari pihak KCIC juga turun langsung ke lapangan untuk memantau banjir di Desa Sukamanah," katanya kepada galamedianews.com di Rancaekek, Senin (27/1/2020).

Ia juga berharap dengan adanya proyek KCIC bisa meminimalisir ancaman banjir di Rancaekek. Sehingga harus ada penataan lingkungan yang dapat mengurangi limpasan air ke kawasan Desa Sukamanah.

"Ditambah lagi saat ini ada beberapa wilayah di Desa Sukamanah, letak geografisnya rendah dan berada di antara aliran Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh," katanya.

Di luar itu, Baban berharap Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) untuk mempercepat pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Percepatan pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh untuk meminimalisir ancaman banjir yang semakin parah terjadi di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

"Kami berharap ada kelanjutan proyek pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh. Pasalnya, kondisi Sungai Cikeruh yang melintasi Desa Bojongloa, Rancaekek Wetan, Rancaekek Kulon, Tegalsumedang berdampak terhadap genangan banjir semakin parah di Desa Sukamanah," kata Baban.

Baban mengatakan, percepatan pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir banjir di Rancaekek. Semula ada kabar, normalisasi Sungai Cikeruh harus sudah beres sejak 2015 lalu.

"Sekarang sudah tahun 2020, belum ada pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh yang melintasi kawasan Desa Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan dan Desa Bojongloa. Kami berharap kepada BBWSC untuk mempercepat normalisasi Sungai Cikeruh yang saat ini kondisinya dangkal dan sempit sehingga rawan terjadi banjir di permukiman penduduk," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA