Dinkes Kabupaten Bandung Waspadai Ancaman Penyebaran Virus Corona

Bandung Raya

Minggu, 26 Januari 2020 | 16:39 WIB

200126155903-dinke.jpg

dok

ilustrasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung turut mewaspadai ancaman penyebaran virus corona yang saat ini menjadi perhatian dunia internasional, termasuk negara-negara di Asia yang sudah terindikasi penyebaran virus corona tersebut. Mewaspadai ancaman penyebaran virus corona itu sudah disampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI dan untuk ditindaklanjuti pemerintahan di kabupaten/kota.

"Mungkin tahu virus corona diduga awal terjangkitnya di Cina, seperti yang disampaikan pemerintah pusat bahwa kita harus waspada. Yang harus diwaspadai itu warga Indonesia yang bepergian ke luar dari Indonesia, di antaranya ke negara-negara Asia seperti ke Cina, Malaysia, Singapura, Thailand dan negara yang sudah ada kasus virus corona. Mereka yang baru pulang dari luar negeri dan masuk ke Indonesia melalui bandara harus dilakukan pemeriksaan atau pendeteksian untuk mencegah penyebaran virus corona," papar Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, drg. Hj. Grace Mediana kepada galamedianews.com melalui sambungan telepon selular, Minggu (26/1/2020).

Grace kembali menuturkan, yang harus diwaspadai itu diduga yang baru pulang dan masuk Indonesia setelah bepergian ke luar negeri.

"Yang diantisipasi pemerintah itu, warga yang baru pulang bepergian dari luar negeri," katanya.

Ia mengungkapkan, virus corona itu mirip dengan penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ispa). Deteksi awal terhadap warga yang terpapar virus corona itu, katanya, apabila warga itu terkena demam disertai batuk, pilek.

"Orang yang baru bepergian ke luar negeri dan mengalami gejala demikian, untuk segera melaporkan ke runah sakit dan melakukan pengobatan. Hal itu untuk mengantisipasi terkena virus corona. Gejala awal itu mengalani demam, batuk, pilek dan gangguan pernapasan atas. Kemudian ke paru-paru," jelasnya.

Disinggung kabar banyaknya warga negara Cina yang bekerja di mega proyek kereta cepat Cina Indonesia (KCIC), ia mengatakan, terutama pekerja asing yang sudah lama menetap di Indonesia mungkin tidak terlalu diwaspadai.

"Tetapi tetap harus waspada, walaupun mereka sudah lama menetap di Indonesia. Tetapi yang harus diwaspadai itu, jika ada pekerja asing yang baru masuk ke Indonesia dan harus diantisipasi," katanya.

Untuk mencegah agar tidak tertular, ujar Grace, masyarakat
yang selalu beraktivitas di luar rumah agar membiasakan diri berperilaku hidup sehat dan cuci tangan pakai sabun.
"Harus cukup istirahat, hidup berkualitas dan banyak minum air putih. Selain itu makan makanan bergizi dan berkualitas," ungkapnya.

Grace pun mengatakan, pemerintah sudah sedini mungkin melakukan pencegahan ancaman penyebaran virus corona, mulai dari bandara kedatangan dari luar negeri. Saat di bandara, para petugas sudah melakukan pendeteksian terhadap warga pendatang yang masuk ke Indonesia maupun warga Indonesia yang baru pulang dari luar negeri.

"Mereka diberikan warning. Baru pulang dari luar negeri, untuk menggunakan pelindung yaitu memakai masker dan sebagainya," katanya.

Menurutnya, warga yang baru masuk atau pulang dari luar negeri, dimasukkan ke karantina di bandara, kemudian dilakukan pendeteksian gejala awal terjangkitnya virus corona. Warga yang mengalami kondisi suhu tubuh panas atau demam, akan terdeksi atau terlihat oleh sensor.

Ia mengatakan, harus ada perlakukan khusus terhadap penderita yang terjangkit virus corona. Yaitu dengan cara diisolasi dan menggunakan peralatan khusus.

"Sementara ini kita kebih waspada, sesuai dengan yang disampaikan Kemenkes. Tapi kita harus mempersiapkan diri kemungkinan terjadi. Protap pelayanannya yang bisa dilakukan di rumah sakit daerah atau rujukan sesuai dengan kompetensinya," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA