Dinkes Siapkan Posko Kesehatan di Lokasi Banjir Bandung Selatan

Bandung Raya

Minggu, 26 Januari 2020 | 16:03 WIB

200126154416-dinke.png

dok

DINAS Kesehatan Kabupaten Bandung langsung bergerak membantu para korban terdampak banjir di sejumlah kecamatan, Minggu (26/1/2020). Melalui Puskesmas terdekat, didirikan sejumlah posko kesehatan untuk memudahkan para korban banjir mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap memasuki musim hujan, di antaranya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga korban banjir," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, drg. Hj. Grace Mediana, kepada galamedianews.com, Minggu (26/1/2020).

Meski sudah menjadi kegiatan rutin, Grace berharap bencana banjir yang menyergap ribuan rumah dan ribuan jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bandung tidak berlangsung lama.

"Menghadapi kondisi banjir saat ini, Dinkes melalui Puskesmas yang berada di sekitar lokasi banjir atau yang dekat dengan lokasi banjir langsung mempersiapkan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kami sudah membuka posko pelayanan kesehatan di daerah banjir. Kami mengantisipasinya selama banjir terjadi," ungkap Grace.

Untuk pelayanan kesehatan kepada warga korban banjir, Grace menuturkan, dibantu oleh petugas kesehatan dari puskesmas yang terdekat ke lokasi banjir dengan dampak banjir yang tidak begitu parah.

"Obat-obatan sudah disiapkan, termasuk kami juga menyiapkan sumber daya manusia untuk pelayanan kesehatan di posko kesehatan yang ada di lokasi banjir," katanya.

Selama memberikan pelayanan kesehatan, para petugas kesehatan yang ada di lokasi banjir terus-menerus melakukan survei lapangan dengan cepat untuk mengetahui dampak banjir.

"Yang jelas kami menyiagakan petugas kesehatan di ring satu, yaitu petugas dari puskesmas yang berada di wilayah banjir. Jika mengalami keterbatasan petugas di posko kesehatan, kita minta bantuan ke puskesmas yang ada di ring 2 yang tidak jauh dari sekitar lokasi banjir, tapi tak terdampak banjir lebih parah," paparnya.

Menghadapi kondisi banjir yang terjadi saat ini, ia mengatakan, sejumlah petugas kesehatan di Puskesmas Dayeuhkokot, Baleendah, dan Rancaekek sudah melaporkan kondisi pelayanan kesehatan yang disiapkan oleh masing-masing petugas. "Bahkan Puskesmas Rancaekek sudah melaporkan dan buka posko kesehatan di lokasi banjir," katanya.

Grace juga mengingatkan dampak banjir dapat menimbulkan berbagai penyakit yang harus diwaspadai oleh masyarakat terdampak. Di antaranya inpeksi saluran pernapasan atas (ISPA), batuk, pilek, demam, pegal-pegal, hipertensi, sakit lambung atau maag.

"Kemudian yang harus diwaspadai penyakit diare. Tentunya masyarakat yang terdampak banjir harus memerhatikan prilaku hidup bersih dan sehat. Jangan lupa cuci tangan pakai sabun," paparnya.

Setelah banjir surut, ujarnya, masyarakat harus membersihkan lantai rumah atau lingkungan sekitar dengan sistem risolisasi dan kaporitsasi. Risolisasi adalah untuk membersihkan lantai rumah dari sisa banjir. Kemudian kaporitisasi untuk membersihkan air supaya tidak terdampak penyakit pascabanjir tersebut.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA