KPBI dan Yayasan Okcular Turki Gelar Pelatihan Menzil di Lanud Sulaiman

Bandung Raya

Sabtu, 25 Januari 2020 | 16:56 WIB

200125164900-kpbi-.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Danlanud Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Nurdin melepaskan anak panah pada acara penutupan pelatihan memanah jarak jauh (flight archery) atau Menzil di Lapangan Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab. Bandung, Sabtu (25/1/2020).

PERKUMPULAN Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) mengadakan pelatihan memanah jarak jauh (flight archery) atau Menzil bersama Yayasan Okcular Vakfi, Turki, bekerjasama dengan Pangkalan TNI AU Sulaiman.

Acara tersebut berlangsung selama enam hari dari 20-25 Januari 2020 di Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab. Bandung.

Pelatihan diikuti perwakilan cabang KPBI dari 14 Provinsi dari Aceh hingga Lombok. Puncak acara ditandai dengan memanah Menzil yang dibuat para peserta selama pelatihan.

Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Nurdin membuka secara resmi pelepasan Menzil dengan menembakkan anak panah ke udara disaksikan para instruktur Menzil dari Turki dan pengurus KPBI.

Sebagai pengalaman pertama kali memanah Menzil dengan busur 45 LBS, Danlanud berhasil mencapai jarak 200 meter lebih.

Sementara Cuneyt Hoca dari Turki mencapai jarak 503 meter. Adapun dari perwakilan KPBI Aceh, Suheri baru menjangkau 367,8 meter dengan busur 50 LBS.

"Kami sangat mendukung event seperti ini, yang menampilkan budaya dengan keahlian dalam teknik panahan cukup tinggi serta memiliki potensi kedirgantaraan. Dimana para peserta diharuskan mempelajari pengetahuan tentang aerodinamika, pemahaman tentang cuaca yang secara keilmuan serupa dengan aktivitas kedirgantaraan lainnya," ungkap Danlanud di sela acara penutupan, Sabtu (25/1/2020).

Nurdin meminta kepada KPBI untuk membuat kerja sama event rutin dengan Lanud Sulaiman, baik sekala nasional maupun internasional. Kegiatan ini sangat menarik sebagai wahana edukasi, hiburan dan diplomasi budaya tingkat internasional, seperti yang telah dilakukan KPBI selama ini.

Ketua Umum KPBI, Alda Amtha menambahkan, bahwa pelatihan ini sebagai awal KPBI menekuni satu disiplin teknik panahan menzil di luar panahan hedef dan horseback archery.

"Kami bersyukur sekarang sudah cukup lengkap disiplin teknik panahan yang dipelajari KPBI. Panahan hedef, panahan berkuda dan menzil. Tinggal kami terus belajar dan ikhtiar untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," ujar Alda.

Sementara itu, perwakilan Okcular Vakfi merasa puas melihat anggota KPBI yang ikut dalam pelatihan telah mengikuti proses dengan baik.

“Sangat cepat dan kreatif. Secara umum sesuai target, KPBI bisa belajar cepat dan menguasai materi dengan baik”, kata Cuneyt Hoca selaku instruktur bersama Fatih Yildiz yang saat ini keduanya merupakan pemegang rekor dunia Menzil.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA