RSHS Siap Tangani Suspect Corona

Bandung Raya

Jumat, 24 Januari 2020 | 16:46 WIB

200124164028-rshs-.jpg

dok

RSUP dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung siap siaga menerima suspect pasien yang terinfeksi virus corona yang saat ini marak terjadi di beberapa negara. Meski di Indonesia, Kota Bandung khususnya belum teridentifikasi kasus tersebut namun RSHS secara SDM, standar layanan maupun sarana prasarana sudah sangat siap.

Direktur Utama RSHS, dr Nina Susana Dewi mengatakan, dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pasien keluhan untuk thermoni corona ini, RSHS sebagai pusat rujukan nasional dan rumah sakit rujukan infeksi siap dalam menghadapi adanya pasien keluhan corona ini.

Sebagai RS rujukan infeksi, kata Nina, dalam sarananya RSHS memiliki 33 ruang isolasi infeksi, 5 ruang infeksi khusus dan 30 lain infeksi umum. Selain itu terdapat lima ruangan khsusus infeksi di IGD yang digunakan untuk pasien terkena infeksi corona ini.

"Selain itu kami juga ada peralatan kesehatan standar untuk ruang isolasi seprti fentilator ini termasuk peralatan bahan habis pakai misalnya imun diri," tutur Nina dalam jumpa pers di RSHS, Jumat (24/1/2020).

Nanti Senin (27/1/2020), kata Nina, pihaknya akan melakukan simulasi peralatan tersebut. Selain itu peralatan lainnya yaitu masker N95, ada peralatan untuk cuci tangan.

"Kemudian juga SDM nya ini ada tim kami aktif sekali karena bukan hanya corona virus. Di sini kami juga banyak infeksi lain yang memang susah disembuhkan, itu berjalan baik. Bukan hanya dokter dan perawat, semua unit diberikan pelatihan seperti cleaning service dan satpam juga ditatar," terang Nina.

Pihaknya pun telah mengatur alur pelayanan suspect dengan tidak bersinggungan dengan pasien lain.

"Nanti disiapkan. Ada pasien yang datang ini label dia terindikasi corona misalnya dari bandara atau stasiun ini akan menyiapkan ambulance dan mereka akan masuk ke jalur khusus di belakang kemuning ini masuk ke RIKK di Kemuning sehingga aman bagi pasien lain," jelasnya seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

"Tapi kalau pasien itu ada riwayat dari Cina dan negara endemik ini ada karyawan screaner ini penjaga yang ditatar akan memilah mereka ke DPJP sehingga tidak menagggangu pasien lain, sehingga ini mereka bisa sesuai alur tidak terkontak dengan yang lainnya," sambung Nina.

Ksusus untuk langkah selanjutnya, pihaknya melakukan diagnosa idi apus hidung bersama liltbang kesehatan. Pihaknya pun melakukanpengobatan suportif, di antaranya memberikan antibiotik.

"Sampai saat ini terapi khusus untuk corona itu belum ada, tapi kami mengurangi untuk komplikasi dan lainnya. Kalau virus ini memang khusus. Untuk corona belum ditemukan obatnya. ini kita bisa berikan antibiotik untuk memperkuat tubuh agar tidak nambah komplikasi," kata dia.

Adapun gejala terkena virus corona adalah panas badan influenza, ini tinggi sekali kalau panas badan, mencapai 38 derajat. Kemudian batuk pilek dan sakit tenggorokan. Selain itu ada riwayat pernah ke Cina. Gejala tersebut harus langsung diperiksa ke ruang infeksi kalau seperti itu.

"Intinya hati-hati saja ini pola hidup sehat ditingkatkan dari keluarga kita untuk cuci tangan dan lainnya, pakai masker, terutama anak kecil juga ini mereka kan kemana-mana, mobile," imbuhnya.

Nina pun menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan berharap tidak ada kejadian dugaan virus corona di Bandung.

"Berdoa saja Bandung aman," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA