Hipmi: Pelaku Usaha Harus Berani Ubah Strategi Pemasaran Produk

Bandung Raya

Jumat, 24 Januari 2020 | 14:02 WIB

200124140328-hipmi.jpg

Engkos Kosasih

MENGHADAPI era industri 4.0, para anggota binaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bandung dituntut untuk memiliki kemampuan yang mumpuni dalam meningkatkan sumber daya manusia. Hal itu untuk menghindari ketertinggalan dalam pengembangan usaha  mikro kecil dan menengah pada era digital ini.

"Karena sekarang ini trennya digitalisasi. Semua harus berani mencoba merubah strategis pemasaran menjadi pemasaran online atau digital. Kondisi sekarang itu kalau kita tidak terjun di online ya akan ketinggalan," kata Ketua Hipmi Kabupaten Bandung Dani Gusnadi kepada wartawan, Jumat (24/1/2020).

Dani berharap, Hipmi yang merupakan tempat berhimpunnya para pelaku usaha muda di Kabupaten Bandung, dapat meningkatkan, mengembangkan dan menambah usaha baru guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Sudah barang tentu, kita berusaha untuk meningkatkan skill dan sumber daya manusia para pelaku usaha. Apalagi saat ini dalam pemasaran produk bisa melalui online," katanya.

Ia mengatakan, para anggota binaan Hipmi tersebut bergerak dalam usaha kuliner, fesyeb, jasa dan usaha lainnya. Dalam mengembangkan usahanya itu, Hipmi selalu mendapat dukungan Pemkab Bandung, khususnya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Bahkan perwakilan  dari Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bandung sempat hadir para kegiatan forum bisnis di sebuah rumah makan di Cinunuk Kecamatan Cileunyi, Kamis (23/1/2020).

Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan rapat kerja cabang (rakercab), serta pendidikan dan latihan cabang (diklatcab). Kegiatan ini diikuti perwakilan pelaku usaha dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung maupun dari pihak lainnya. Namun untuk kepengurusan Hipmi dibatasi 50 orang, karena lebih mengutamakan kualitas, bukan kuantitas dalam menjalankan organisasi.

Dani pun mengatakan, bahwa Hipmi sebagai mitra strategis pemerintah. Sehingga dalam pelaksanaannya, Hipmi selalu bersinergi, berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam melaksanakan usahanya.

Lebih lanjut Dani mengatakan, secara internal Hipmi melaksanakan diklat yang diikuti oleh para pengurus yang tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Bandung. Pelaksanaan diklat itu berkaitan dengan cara berorganisasi dengan baik dan benar.

"Kita akui untuk kepengurusan (Hipmi) itu banyak pengurus  yang baru. Jadi selain prosesi rakercab diklat, ini salah satu syarat untuk mengikuti musda. Tapi manfaat buat internal itu sendiri adalah wawasan terkait berorganisasi di Hipmi,” tuturnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA