Salah Satu SMPN di Bandung Diduga Lakukan Pungli pada Orangtua Siswa

Bandung Raya

Kamis, 23 Januari 2020 | 17:27 WIB

200123173419-salah.jpg

SALAH satu sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Bandung diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap para siswa kelas IX.

Dilansir dari parfmnews.com, Kamis (23/1/2020), redaksi PRFM menerima laporan dugaan adanya pungutan liar (pungli) di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, Rabu (22/1/2020).

Menurut pelapor, para orangtua siswa di SMP Negeri tersebut diminta untuk membayar sejumlah uang untuk membayar sampul raport dan pas photo pada ijazah. 

Menanggapi hal ini, Anggota Kelompok Ahli Saber Pungli Jabar, Irianto turut membenarkan adanya dugaan pungli di SMP Negeri tersebut. Ia menuturkan, tim Saber Pungli Jabar pun telah menyampaikan laporan ini kepada pihak komite sekolah dan kepala sekolah. Hasilnya, kepala sekolah dari SMP Negeri tersebut membantah adanya pungutan untuk biaya sampul raport dan pas photo ijazah. 

Namun demikian, Irianto menyatakan pihaknya  terus menekan agar SMP Negeri tersebut mencari sosok pertama yang membuat narasi pembayaran sampul raport dan pas photo ijazah.

"Katanya mereka (SMP Negeri terlapor) segera mengumpulkan semua pihak-pihak untuk mencari tahu siapa yang mengeluarkan edaran tersebut," ungkapnya yang dikutip saat On Air di Radio PRFM, Kamis (23/1/2020).

Iranto memparkan, analisa sementara yang dilakukan tim Saber Pungli Jabar menunjukan bahwa adanya dugaan kekeliuran pos anggaran yang terjadi di SMP Negeri tersebut.

"Menurut analisa kami, anggaran untuk raport dan pas photo seharusnya masuk ke dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). Misalnya nanti ketahuan kalau sampul raport pas photo ijazah sudah dimasukkan ke RKAS tapi pihak sekolah tetap melakukan pungutan kepada siswa, maka ini jadi bukti pungutan liar," beber Irianto.

Berikut isi surat imbauan yang diduga pungli di salah satu SMP Negeri di Bandung:

Bandung, 14 Nop 2019

Kepada Yth,

Orang Tua Siswa/Siswi KlS IX SMPN ** Bandung

Dengan ini disampaikan perihal Keperluan Biaya untuk kelas IX, sesuai kesepakatan antara pihak Sekolah, Komite dan Ortu Perwakilan Kls IX A s.d J.

Sebagai berikut :

1. Biaya Pemantapan Kompetensi Akademik UN & UNBK (diadakan di sekolah 52 x pertemuan ) Rp. 270.000,-

2. Buku pemantapan persiapan UN dan UNBK (4 mata pelajaran) penerbit Ganesha Operation. Rp.150.000,-

3. Map (sampul) Ijazah - Rp. 50.000,-    

foto - Rp. 25.000,-

4. Peralatan/Penambahan UNBK - Rp. 8.000,- 5. Biaya Perpisahan:    

Perpisahan - Rp. 550.000,-  

  Cendramata, Dll - Rp. 47.000,-

Jumlah Biaya  Rp.1.100.000,-

Ketentuan Pembayaran, Bisa melalui :

- Bendahara Perwakilan kelas

- Titip Kpd Panitia Sekolah

- Rek Komite   

BCA Riau   AC. 08606xxxxx   AN. S*k*rt*

Pembayaran bisa bertahap

Tahap 1 : Untuk Buku & Pemantapan - Rp. 420.000,- (Diusahakan Tgl 22 Nop 2019 sudah ada yg masuk)

Tahap 2 : Biaya Ijazah + Foto - Rp.75.000,-

Tahap 3: Biaya Perpisahan, DLL - Rp. 605.000,-

Demikian disampaikan , atas perhatian Bpk/Ibu kami ucapkan terima kasih.

A.n Komite SMPN ** BDG

Atas pertimbangan redaksi, penulisan nama orang dan sekolah disamarkan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA