7 Pohon Mati di Majalaya, Dikhawatirkan Rawan Tumbang

Bandung Raya

Rabu, 22 Januari 2020 | 19:10 WIB

200122181036-7-poh.jpg

Engkos Kosasih

SEDIKITNYA 7 pohon yang sudah mati dan lama dibiarkan belum ditebang oleh pihak berwenang di Jalan Raya Laswi dan Jalan Raya Majalaya-Solokanjeruk Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Ketujuh pohon yang sudah mati itu, empat pohon di antaranya di Jalan Raya Laswi Desa Biru dan tiga pohon lagi di Jalan Raya Majalaya-Solokanjeruk Desa Majasetra Kecamatan Majalaya.

Sejumlah pohon yang mati itu diperkirakan sudah termakan usia, selain faktor lain. Jika pohon itu dibiarkan dan beban pohon semakin rapuh (keropos) karena termakan usia, dikhawatirkan tumbang dan mengancam para pengendara roda dua maupun roda empat yang kebetulan lewat di sekitar pohon. Selain itu, disaat tumbang mengancam bangunan yang berpenghuni.

Sejumlah pohon yang mati itu kerap menjadi perhatian para pengendara. Bahkan ada di antara ranting pohon itu yang sempat jatuh karena patah dari pohonnya akibat diterjang angin dan turun hujan.

Kanit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Majalaya Ade Ruhyat didampingi Wakanit Adang Apip menuturkan, jajaran Satpol PP mengaku sering menerima informasi dan masukan dari warga terkait adanya pohon besar yang sudah lama mati dan belum ada upaya penanganan.

"Warga sering bertanya kepada kita, sebenarnya siapa yang memiliki kewenangan untuk menebang pohon yang sudah mati di Jalan Raya Laswi dan Jalan Raya Majalaya-Solokanjeruk itu. Kita juga berusaha untuk memberikan penjelasan kepada warga, bahwa penanganan pohon yang ada di jalur jalan tersebut merupakan pihak provinsi atau pihak lain yang memiliki kewenangan dalam penanganan pohon tersebut," kata Ade kepada galamedianews.com di Majalaya, Rabu (22/1/2020).

Ade mengatakan, sebagai aparatur pemerintahan di daerah, pihaknya hanya melakukan pemantauan dan mengawasi pohon yang rawan tumbang disaat memasuki musim hujan. Selain akibat diterjang angin kencang.

"Jajaran Satpol PP sempat melakukan penanganan pohon tumbang di Jalan Majalaya-Solokanjeruk, Kampung Babakan Desa Majasetra akibat diterjang angin kencang. Pohon tumbang itu sempat menghalangi jalan, dan kita sempat mengevakuasinya dan memotongnya supaya lalulintas jalan kembali normal," katanya.

Ia mengatakan, pohon yang tumbang itu karena sudah keropos pada bagian pohonnya sehingga mudah tumbang saat diterjang angin kencang. Ade berharap, pohon yang rawan tumbang, terutama yang sudah mati di pinggir jalan ada penanganan oleh pihak berwenang supaya tidak rawan tumbang dan mengancam para pengendara.

"Kita juga tetap mewaspadainya dan memantau pohon yang rawan tumbang yang ada di wilayah Majalaya. Hal itu demi keamanan dan kenyamanan kita bersama," katanya.

Sementara itu, Wawan, pengendara roda empat mengatakan, sebaiknya pohon yang sudah lama mati dan rawan tumbang saat diterjang angin kencang, sebaiknya segera ditebang. Apalagi pohon yang sudah mati itu ada di jalan raya yang ramai dilalui kendaraan dan dekat dengan rumah atau pertokoan.

"Demi keselamatan para pengendara dan warga lainnya, sebaiknya pohon yang sudah mati dan rawan tumbang segera ditebang. Artinya, jangan dibiarkan menunggu tumbang akibat diterjang angin kencang. Soalnya, kita khawatir jika pohon itu tumbang menimpa para pengendara atau warga lainnya. Jadi jangan sampai menunggu korban. Lebih baik pohon yang sudah mati segera ditebang, dan ditanami pohon yang baru. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA