Revitalisasi Pasar Cimindi Kembali Tertunda, Pemkot Cimahi Baru Ajukan Bantuan

Bandung Raya

Rabu, 22 Januari 2020 | 17:30 WIB

200122170849-revit.jpg

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cimahi mengajukan bantuan dana sebesar Rp 22,5 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk revitalisasi lanjutan Pasar Cimindi, yang sempat terhenti selama beberapa tahun. Sehingga revitalisasi pasar yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara ini akan kembali tertunda tahun ini, dan baru akan dilanjutkan tahun 2021.

"Tahun ini nggak ada revitalisasi pasar di Kota Cimahi. Tahun 2021 rencananya revitalisasi Pasar Cimindi. Kita sudah ajukan bantuan ke provinsi Rp 22,5 miliar," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Teja Dahliawati di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Rabu (22/1/2020).

Kebutuhan anggaran Rp 22,5 miliar ini, kata Teja, berdasarkan hasil Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan tahun 2018. "Jadi kita pernah buat DED untuk pembangunan Pasar Cimindi tahun 2018, hasilnya segitu. Untuk pembangunan lanjutan, DED-nya yang bikin provinsi," ujarnya.

Revitalisasi tahap satu (1) sudah dilakukan sejak tahun 2017 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), dan terhenti di tahun 2018. "Revitalisasi tahap 1 pembuatan juray atap belakang, untuk tahap 2 kami belum tahu, karena yang bikin DED-nya provinsi. Termasuk untuk konsep bangunanya seperti apa, kita menunggu pembahasan dengan provinsi," tetang Teja

Sebelum revitalisasi dilanjutkan, pihaknya hanya bisa melakukan pemeliharaan. "Ada (pemeliharaan). Anggarannya di UPTD Pasar," ucap Teja.

Sementara itu pedagang menyayangkan tertundanya revitalisasi lanjutan Pasar Cimindi. Pasalnya, kondisi pasar kian kumuh, apalagi jika hujan tiba.

Enur (44), seorang pedagang mengatakan, kondisi pasar yang ditempati kini sudah semakin parah. Jika hujan datang, air kerap masuk ke area pasar. Imbasnya, kondisi pasar terlihat sangat tidak nyaman, baik untuk pedagang maupun konsumen.

"Sekarang tuh cenderung terkatung-katung . Kami ngga tahu alasannya kenapa. Dan kami juga ngga tahu kapan akan dibangun lagi," katanya.

Menurutnya, akibat belum selesainya pembangunan Pasar Cimindi, banyak akses jalan yang tertutup tiang beton. Hal itu berdampak pada jumlah pengunjung yang datang, sehingga berpengaruh juga terhadap omzet para pedagang.

"Harapannya mah ingin cepet-cepet dibangun, kaluman. Siapa tahu kalau sudah dibangun mah ada perubahan yang positif bagi pedagang, karena selama ini omset pedagang cenderung pada turun," bebernya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA