Sukses di Industri Seni, Jay Subyakto Beri Wejangan pada Mahasiswa ARS University

Bandung Raya

Rabu, 22 Januari 2020 | 16:09 WIB

200122160942-sukse.jpg

krisbianto

TANTATNGAN terbesar dalam memproduksi film dokumenter yakni membuat konten yang faktual. Membuat film dokumenter harus didasari oleh riset dan data sejarah yang betul, karena menyangkut kebenaran yang terjadi. Jangan sampai terjadi pembelokan dalam sejarah.

Demikian dikatakan Jay Subyakto dalam sharing seasion film dokumenter yang digelar oleh ARS University prodi Ilmu Komunikasi di 150 Cafe & Resto Antapani Bandung, Selasa (21/1/2020) malam.

Menurutnya, tantangan selanjutnya yakni walaupun sudah membuat film dokumenter dengan biaya relatif cukup besar, namun peminat film dokumenter di dalam negeri ini, masih rendah. Sangat berbeda sekali dengan beberapa negara seperti warga Australia dan Jepang, yang menaruh minat yang besar pada film dokumenter.

“Ya, jadi tantangan dalam berkarier pasti selalu ada. Kebetulan kami memilih jalur di industri seni ini, harus cerdas dalam menyikapi tantangan tersebut, dan tentunya harus bisa kita taklukkan,” katanya.

Berkarier di Industri seni ini, katanya, awalnya bukan pilihan namun telah menjadi jalan hidup. Apalagi ditengah muculnya industri yang serba digital ini, yang mengedepankan pada one skill namun double skil.

“Pekerja seni bukan pilihan, tapi sudah menjadi jalan hidup saya untuk menekuninya. Kami pernah gagal menjadi pekerja kantoran, hanya karena semua rekannya ingin menjadi bos, saat membuka konsultan Arsitek sesuai bidang ilmu yang awalnya digelutinya,” ujar Jay.

Belajar fotografi secara autodidak dan merambah ke film dokumenter yang membawanya hingga ke Asia, Arika, Australia, Eropa, Amerika, Antartika. “Tahun 2012 terpilih sebagai tokoh seni 2011 pilihan majalah Tempo dan Piala Maya kategori Film Dokumenter Panjang Terpilih,” paparnya.

Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS) University terus mendorong mahasiswanya memiliki kecakapan bidang multimedia, khususnya konten digital. Bidang keahlian ini dinilai memiliki prospek cukup bagus, di tengah era revolusi industri 4.0.

Sedangkan Rektor ARS University Dr. H. Purwadhi MPd., didampingi Warek Akademik Dr. A. Rohendi MH., MM, menuturkan pihaknya terus mendorong para mahasiswanya untuk memiliki keahlian dan kecakapan di bidang konten digital, di antaranya produksi film dokumenter. Kecakapan ini, menjadi bagian dari program studi yang diajarkan Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) ARS University di Bandung.

"Profesi membuat film dokumenter adalah bidang yang memiliki masa depan cukup cerah tetapi belum banyak dipahami. Kami tentunya harus membangun kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa. Kalau ditekuni dengan baik, akan bernilai ekonomi dan bisa menjadi bekal hidupnya," tuturnya.

Salah satu cara meningkatkan kemampuan mahasiswa, kata Purwadhi, untuk memproduksi konten digital film dokumenter ini, harus rutin menggelar kegiatan sharing session di luar jadwal kuliah. Seperti menghadirkan pembicara profesional, Jay Subyakto ini, agar mahasiswa bisa belajar langsung sama praktisinya.

"Kecakapan memproduksi film dokumenter adalah perpaduan antara soft skill dan hard skill. Harapan kami, tentunya dapat membantu mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana membuat film dokumenter, menambah keyakinan mahasiswa atas profesi yang nanti menjadi pilihanya," kilahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) ARS University Dr. Dasrun Hidayat M.Ikom menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin FKD, dalam setiap prodinya. Tujuannya, meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam membuat konten digital, agar mahasiswa tak hanya menguasai teori semata, tapi mendapat ilmu dari para praktisi yang memiliki pengalaman internasional.

"Hal ini bagian dari kurikulum, tentunya kami menekankan pada bagaimana membuat content creator dibidang digital media, creative broadcast, dan digital public relations meliputi podcast creator, footage creator, video creator, travel videografer, dan komersial director Mengikuti visi kampus yakni fokus pada perkembangan teknologi digital, dan ARS University ingin unggul di digital preuner," jelasnya.

Selain sharing seasion film dokumenter bersama Jay Subyakto juga sesi selanjutnya yakni membahas tentang content creator bersama Narasena Iman yang memang ahli dan jago dibidangnya masing-masing. Kegiatan ini, pasalnya, diikuti oleh para mahasiswa semester 3 dan 5 prodi ilmu komunikasi ARS University, sejak sore hingga malam hari.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA