Loseda, Inovasi Warga Malabar Mengatasi Masalah Sampah

Bandung Raya

Selasa, 21 Januari 2020 | 21:18 WIB

200121211831-losed.jpg

Humas Pemkot Bandung

BERBAGAI upaya dilakukan untuk mengatasi sampah di Kota Bandung. Salah satu yang cukup unik yaitu yang dilakukan oleh RW 05 Jalan Malabar, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong.

Warga di sana membuat sebuah inovasi bernama Loseda atau singkatan dari "Lodong Sesa Dapur" yang berarti pipa sisa dapur. Pipa menjadi wadah menampung sampah organik yang berada di setiap rumah. Nantinya, sampah tersebut diolah menjadi menjadi pupuk dan sebagainya.

Humas Pemkot Bandung

Ketua RW 05 Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Agus Suherman mengatakan, Loseda sudah ditempatkan di 1 titik. Dengan penempatan itu, masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik, sehingga sampah bisa selesai dari sumbernya.

"Ini inovasi baru. Kami baru menempatkan di 15 titik. Rencananya satu rumah satu Loseda. Ke depannya kami menginginkan warga bisa menaruh di setiap rumah punya satu sampah basah yang bisa teratasi," tutur Agus, Selasa (21/1/2020).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani mengungkapkan, Loseda tersebut merupakan bentuk pemberdayaan berbasis masyarakat.

"Ini programnya kawasan bebas sampah. Warga berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri. Salah satunya dengan fokus mengenai sampah dan penataan lingkungan," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan warganya. Hal itu menunjukan warga terus berinovasi untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

Humas Pemkot Bandung

"Ini bagus. Dari tabung yang isinya sampah organik. Nantinya sampah itu tereduksi menjadi pupuk dan bermanfaat untuk tumbuhan maupun sayur-sayuran agar lebih subur," kata Oded saat mengunjungi lokasi.

"Intinya apapun metode melakukan pemanfataan sampah. Terpenting belajar untuk mandiri mengelola sampah mulai dari sumbernya," sambungnya.

RW 05 Malabar telah memproklamirkan diri sebagai kampung Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan). Pasalnya, warga telah mengolah sampahnya dari rumah masing-masing. Baik sampah organik mapupun anorganik.

"Setiap satu minggu, saya kunjungi dua titik yang bergerak dalam memasifkan Kang Pisman. Saya akan dorong terus wilayah untuk mengetahui berbagai metode dalam mengelola sampah," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA