Cegah Antraks, Peredaran Sapi dari Jateng ke Cimahi Diawasi Ketat

Bandung Raya

Selasa, 21 Januari 2020 | 18:41 WIB

200121184500-cegah.jpg

Laksmi Sri Sundari

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cimahi melakukan antisipasi penularan penyakit antraks, salah satunya dengan memperketat pengawasan kesehatan sapi yang masuk ke wilayahnya.

"Lalu lintas sapi yang masuk ke Cimahi cukup tinggi. Untuk antisipasi kalau ada ternak sapi yang masuk ke Cimahi, terutama dari daerah Jawa Tengah atau yang endemik penyakit antraks harus dilihat SKKH-nya (Surat Keterangan Kesehatan Hewan), termasuk kartu vaksinasi antrax," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Mita Mustikasari di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Selasa (21/1/2020).

Menurut Mita, adanya SKKH tersebut ditujukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang masuk ke wilayah Cimahi. Dengan adanya surat tersebut, dipastikan hewan sudah melewati pemeriksaan dari instansi terkait.

"Kami mengantisipasi adanya hewan yang berpenyakit, salah satunya antraks. Makanya SKKH itu harus ada, bila hewan didatangkan dari luar Kota Cimahi. Surat tersebut yang mengeluarkannya instansi asal hewan didatangkan," urainya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan sapi di Kota Cimahi yang diduga terjangkit antrak, sejak kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) muncul beberapa waktu lalu.

"Seluruh sapi yang disembelih di Cimahi dinyatakan sehat. Biasanya sapi yang masuk Cimahi dari Jawa Tengah, Purwakarta, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat," terangnya.

Mita mengatakan, di Kota Cimahi hanya ada satu daerah yang terdapat peternakan sapi, yakni di daerah Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Berdasarkan data, terdapat 356 ekor sapi yang ada di wilayah tersebut. Sehingga pihaknya akan memantau sejumlah sapi itu, guna mengantisipasi penyebaran antraks tidak sampai masuk ke Kota Cimahi.

Mita memastikan seluruh sapi tersebut dalam kondisi yang sehat, dan tidak ada hewan yang menunjukkan gejala terserang antraks atau penyakit lain

Menurut Mita, antraks tidak hanya menyerang sapi, tapi juga domba, kambing kerbau, kuda, rusa, dan marmot. Gejala klinis pada hewan yang terkena antraks, diantaranya sesak nafas, gemetar, kejang, dan menyebabkan kematian karena ada perdarahan  otak.

Tidak hanya itu, gejala lainya adalah demam mencapai 41,5 derajat selsius, gelisah, susah bernafas, dan detak jantung  lemah. Selain itu, produksi susu berkurang dan keguguran.

"Keluar darah berwarna hitam dari lubang hidung, telinga, dubur, kemaluan. Kalau ada ternak sapi yang mati mendadak dengan gejala keluar darah dari lubang alami, tidak boleh dipotong tapi dikubur," tetang Mita.


Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA