MUI Keluarkan Fatwa untuk Semua DKM di Bandung Wetan Agar Kembalikan Fungsi Masjid

Bandung Raya

Selasa, 21 Januari 2020 | 17:46 WIB

200121174728-mui-k.jpg

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengeluarkan fatwa kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh Bandung Wetan, untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Keluarnya fatwa tersebut, terkait warga terdampak pembongkaran bangunan di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (12/11/2020) lalu. Pembongkaran tersebut, terkait pembangunan proyek Rumah Deret Tamansari.

Akibat pembongkaran tersebut, sejumlah warga terdampak memilih untuk tinggal di Masjid Al Islam yang berada di sekitar lokasi pembongkaran bangunan warga. Para warga tersebut, memanfaatkan lantai dua masjid, kurang lebih selama satu bulan.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DKM di Bandung Wetan, terdapat penjelasan tentang penyalahgunaan fungsi masjid yang berada di Masjid Al Islam RW 11 Tamansari. Lebih jauh, surat tersebut dikeluarkan pada 15 Januari 2020.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, bahwa pihaknya sudah berusaha untuk melakukan koordinasi dan komunikasi warga terdampak pembongkaran proyek Tamansari. Akan tetapi, tidak mendapat respon positif dari warga.

"Mereka enggak mau pindah dan juga komunikasi, malah mereka lawan terus," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, masjid merupakan tempat untuk ibadah, sehingga berdasarkan rapat yang telah dilakukan maka warga diminta tidak berada di masjid.

Mang Oded menilai, bahwa fatwa yang dikeluarkan merupakan kesepakatan berdasarkan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).

"Jadi masjid sesungguhnya memang tempat ibadah bukan tempat tiap orang apalagi nyanyi-nyanyi. Itu adalah hasil rapat dengan forkopimda dengan usul dari kita, memang itu harus diusahakan mereka tidak berada di situ," tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Bandung Wetan, Udja Surdja mengatakan,  fatwa tersebut menjelaskan bahwa masjid yang tidak boleh digunakan untuk tidur, bermain dan menyimpan barang-barang. Sehingga masjid harus digunakan sesuai fatwa MUI Kota Bandung.

"Maka di masjid tidak boleh tidur, main anak-anak, lantas penyimpanan barang-barang.  Alasannya, masjid sesuai fatwa itu, kalau di luar itu pelanggaran," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA