DPRD Kabupaten Bandung Pertanyakan Proyek Skywalk Alfathu

Bandung Raya

Selasa, 21 Januari 2020 | 11:00 WIB

200121110120-dprd-.jpg

pikiran-rakyat.com

DPRD Kabupaten Bandung mempersoalkan proyek skywalk yang menghubungkan antara Gedung Budaya dengan Masjid Agung Alfathu. Pasalnya, proyek tersebut tak sesuai dengan desain awal.

DPRD juga mempertanyakan adanya proyek-proyek pembangunan yang sampai Januari ini belum selesai pengerjaannya.

"Kami sangat menyayangkan proyek skywalk yang dari gambar arsitektur sangat megah, namun hasilnya malah terlihat seperti kumuh," kaa Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Yanto Setianto, di gedung DPRD Kabupaten Bandung, Selasa (21/1/2020).

Yanto mengatakan, proyek skywalk tahap pertama dengan anggaran dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp18 miliar.

"Proyek ini menghubungkan Gedung Budaya dengan Masjid Agung Alfathu. Namun dari pekerjaan yang sudah selesai ternyata hasilnya tak memuaskan," katanya kepada wartawan PR, Sarnapi.

Ia mencontohkan kualitas bahan polycarbonate yang dipakai di skywalk ternyata sangat jelek.

"Apalagi warnanya hitam dan menutupi besi penyangga sehingga kesannya jelek. Cara pemasangan juga kurang baik sehingga terkesan asal-asalan dan kumuh," ujarnya.

Padahal desain awal skywalk sangat bagus dan futuristik dengan polycarbonate yang transparan.

"Dengan bahan yang transparan sehingga bentuk besi penyangga juga terlihat. Proyek senilai Rp 18 miliar ini tidak seindah yang dibayangkan," katanya.

Apalagi pada tahun ini DPRD sudah menyetujui anggaran Rp 23 miliar untuk menyelesaikan skywalk termasuk membangun mal pelayanan publik dan menara setinggi 99 meter.

"Proyek tahap kedua ini masih satu kawasan dengan skywalk sehingga diharapkan bisa mengundang wisatawan untuk naik lift ke menara 99 meter. Para wisatawan bisa melihat pemandangan Kota Soreang dari atas," ujarnya.

Selain masalah skywalk, Yanto juga menyoroti adanya proyek pemvangunan yang belum selesai sampai pertengahan Januari ini.

"Semua proyek pembangunan harus selesai pada akhir Desember lalu. Namun ada pembangunan gedung Sentra Layanan Rujukan Terpadu maupun gerbang Kota Soreang yang belum selesai," katanya.

DPRD Kabupaten Bandung meminta agar instansi terkait tak ragu menjatuhkan sanksi berupa denda akibat keterlambatan pembangunan proyek.

"Sudah ada aturannya soal sanksi ini sehingga tinggal Pemkab Bandung berani tidak menerapkan sanksi," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA