Disbudpar, Hipmi dan FCS Gelar Public Private Partnership by Youth

Bandung Raya

Senin, 20 Januari 2020 | 21:29 WIB

200120212913-disbu.jpeg

Yeni Siti Apriani

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung dan Future City Summit (FCS) menggelar program Public Private Partnership by Youth di Bandung Creative Hub, Jalan Sukabumi, 20-23 Januari 2020.

Acara ini diikui 50 peserta berasal dari pelaku ekonomi kreatif, organisasi kepemudaan, pengusaha startup, komunitas dan mahasiswa.

Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Tantan Syurya Santana mengatakan, awalnya terdapat 90 peserta yang mendaftar. Setelah dikurasi, akhirnya 50 peserta bisa mengikuti program. Para peserta akan mendapatkan materi dari instruktur dan narasumber dari beberapa negara.

"Peserta mendapatkan pembekalan materi, diskusi kelompok dan studi kasus ke lapangan," ungkap Tantan usai membuka acara, Senin (20/1/2020).

Diharapkannya, peserta bisa meningkatkan kemampuan dalam mendesain bisnis dan produk, membangun jaringan dan relasi secara global dan mendapat peluang mengikuti program inkubasi bisnis dari Future City Summit.

"Kota Bandung memilki potensi yang cukup besar dalam bidang ekonomi dan kreatifitas. Di ibu kota Jawa Barat ini, terdapat 12 unversitas disamping ITB yang memiliki jurusan desain komunikasi visual yang mengemas desain-desain di Kota Bandung," ungkapnya.

Target dari program ini, ungkap Tantan, peserta paham akan masalah, mengetahui dan mengindentifikasi masalah. Nantinya peserta akan dibantu oleh FCS yang bekerja sama dengan pihak sponsor luar negeri. Tidak hanya sekarang, bantuan akan diberikan selama dua tahun.

"Nanti ada MoU antara Pemkot Bandung dan FCS untuk membantu UMKM. Bantuannya bisa soal pemasaran, desain, motivasi dan mungkin juga modal," terangnya.


Inkubasi

Sementara itu, Nugraha dari FCS mengatakan Public Private Partnership by Youth merupakan program kerja sama Disbudpar dengan FCS. Tahun 2020, program ini dilaksanakan di Denpasar, Yogyakarta dan Bandung.

"Di Bandung kita fokus ke pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk pariwisata kita fokus ke wisata heritage.Bandung kan selain kota kreatif punya bangunan heritage, ada 1770. Bagaimana caranya bisa kita berdayakan kepariwisataan heritage," ungkapnya.

Pihaknya, kata Nugraha, akan sama-sama dengan Pemkot Bandung mendesain program pengembangan dan penguatan heritage di Kota Bandung.

"Bandung sebagai kota kreatif memiliki banyak pelaku kreatif dan star up akan dibantu diberdayakan dan difasilitasi agar punya daya saing secara global," ungkapnya.

Nantinya, ungkap Nugraha, para peserta akan diseleksi untuk masuk inkubasi bisnis dan dibantu agar bisa punya daya saing secara global.

"Kita akan libatkan stakeholder dari beberapa negara," ucapnya.

Selain itu, pihaknya pun akan membantu Bandung dalam pengembangan dara. Salah satunya, kata Nugraha, data kepariwisataan.

"Dengan punya pengelolaan data yang baik, kita bisa temukan peluang untuk ekonomi Bandung sehingga bisa berkembang," terangnya.

Untuk merelisasikan ketiga program ini, lanjutnya, setelah para peserta selesai mengikuti Public Private Partnership by Youth akan masuk inkubasi bisnis. Dalam inkubasi bisnis ini, mereka akan mendapatkan pendampingan usaha.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA