Kuota Penerima Bantuan Program Sembako di Kota Cimahi Bertambah

Bandung Raya

Senin, 20 Januari 2020 | 18:04 WIB

200120180412-kuota.png

dok

TAHUN 2020, Kota Cimahi mendapat tambahan alokasi kuota calon penerima bantuan Program Sembako dari Kementerian Sosial, sebanyak 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Saat ini, jumlah penerima Program Sembako yang sebelumnya bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini sebanyak 16.530 KPM.

Program Sembako sendiri merupakan salah satu janji kampanye Presiden Jokowi pada Pilpres 2019. Program ini hanya berganti nama dari yang sudah ada, yakni BPNT.

"Tahun ini jumlah KPM-nya bertambah, sesuai kuota ditetapkan totalnya menjadi 17.030 KPM. Tapi BNBA (by name by adress) penetapannya akhir januari ini," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Sosial pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Agustus Fajar di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (20/1/2020).

Menurut Agustus, tambahan KPM penerima program Sembako ini diusulkan oleh daerah. "Pusat yang menetapkan, berdasarkan proxy meant test atau perangkingan. Bisa saja yang diusulkan nggak masuk (daftar penerima)," terangnya.

Selain jumlah KPM yang bertambah, jumlah nominal bantuannya juga mengalami kenaikan sebesar Rp 40 ribu, menjadi Rp 150 ribu per keluarga per bulan mulai Januari 2020.

"Tahun sebelumnya Rp 110 ribu per keluarga per bulan, tahun ini jadi Rp 150 ribu. Jadi ada tambahan indeks bantuan," ujar Agustus.

Pemerintah juga memperluas cakupan komoditas bantuan pangan. Dari semula hanya komoditas beras dan atau telur, nanti bisa juga ikan, ayam, daging untuk sumber protein hewani. Sementara sumber protein nabati, ada kacang-kacangan temasuk tempe dan tahu.

"Sumber vitamin dan mineral ada pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk sumber karbohidratnya ada beras atau bahan pangan lokal lain, sepert jagung pipilan, dan sagu," jelas Agustus.

"Jadi sekarang lebih lengkap. Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi, terutama anak-anak sejak dini," katanya.

Lebih jauh dikatakan Agustus, pemilihan komoditas bahan pangan dalam Program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM. Selain itu untuk pencegahan stunting, dengan pemanfaatan bahan pangan oleh KPM untuk memenuhi gizi di 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 6-23 bulan.

"Bagi anak usia 6-23 bulan, bahan pangan dari program Sembako diolah menjadi makanan prndamping ASI (MPASI)," ucapnya

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA