4 Lembaga di Cimahi Diajukan Peroleh Bantuan Pembangunan BLK Komunitas

Bandung Raya

Senin, 20 Januari 2020 | 16:07 WIB

200120160344-4-lem.jpg

dok/net

ilustrasi

DINAS Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi mengajukan 4 lembaga pendidikan yang ada di wilayahnya untuk bantuan program pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) Disnaker Kota Cimahi, Isnendi mengatakan, setelah melalui inventarisasi terhadap pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kota Cimahi, ada 4 lembaga yang memenuhi kriteria dan mengajukan bantuan pembangunan BLK Komunitas.

"Saat ini surat rekomendasi dari wali kota ke Kementerian dalam proses penandatanganan," katanya di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (20/1/2020).

Diakuinya, sempat ada kesulitan yang dialami lembaga pendidikan tersebut dalam melengkapi persyaratannya. Sebab menurut Isnendi, mereka belum terbiasa meminta bantuan dari pemerintah. Sehingga agak lama melengkapi persyaratannya

"Salah satu persyaratan yang paling krusial adalah ketersediaan lahan untuk gedung BLK-nya, karena rata-rata pesantren di Cimahi lahannya sangat terbatas. Ada 3 pesantren, dan 1 yayasan pendidikan yang kami ajukan. Alhamdulillah Ada perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kami berharap mudah-mudahan seluruhnya bisa dibantu," imbuhnya.

Dijelaskan Isnendi, BLK Komunitas adalah unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan atau lembaga keagamaan non pemerintah, yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan teknis berproduksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja, dan bagi komunitas masyarakat sekitarnya sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

Jenis bantuan yang diberikan kepada lembaga penerima bantuan meliputi pembangunan unit gedung workshop, peralatan pelatihan, operasional kelembagaan, program pelatihan bagi peserta pelatihan dan instruktur serta pengelola.

Menurut Isnendi, bantuan yang akan diterima untuk pembangunan BLK Komunitas ini sebesar Rp 1 miliar untuk satu ponpes.

"Sesuai dengan Juknis dari Kemenaker, bantuannya sebesar Rp 1 miliar, adapun rinciannya Rp 500 juta untuk gedung, Rp 300 juta untuk sarpras, dan Rp 200 juta untuk Diklat, ada 1 orang instruktur dan 1 orang asisten instruktur," tuturnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA