Mahasiswa Tunanetra Wyata Guna Sudah Boleh Kembali Masuk Asrama

Bandung Raya

Minggu, 19 Januari 2020 | 18:19 WIB

200119182157-mahas.jpg

dok

SEBANYAK 32 orang mahasiswa tunanetra yang sebelumnya harus keluar dari Wyata Guna Bandung pada Selasa (14/1/2020) karena adanya perubahan Panti Sosial Bina Netra menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) sudah boleh kembali masuk asrama pada Sabtu (18/1/2020).

Ketua Forum Akademisi Luar Biasa, Ryanto mengungkapkan bahwa para mahasiswa sudah masuk lagi ke asrama setelah melakukan perundingan yang dimulai sejak Jumat sekitar pukul 23.30 hingga Sabtu sekitar pukul 04.30 WIB.

Perundingan ini dihadiri oleh mahasiswa tunanetra penghuni asrama Wyata Guna, staf Kementrian Sosial, pihak Balai Wyata Guna, berbagai Ormas, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung sebagai relawan yang membantu para mahasiswa tunanetra penghuni Wyata Guna.

Mahasiswa penghuni Wyata Guna mengajukan permintaan untuk dipertemukan dengan Menteri Sosial supaya mereka bisa berbicara langsung kepada Menteri Sosial untuk mencabut Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 18 Tahun 2018.

Jika dalam waktu satu sampai dua bulan tidak mendapat kepastian, mereka akan melakukan aksi yang lebih besar dan berharap Jokowi langsung yang bisa turun ke para mahasiswa ini.

“Kita menunggu kabar dan itikad dari Menteri Sosial. Seandainya belum didengar juga, kita akan jalan dari sini ke Jakarta menuju Istana,” ujar Ryanto saat berbincang di Wyata Guna, Minggu (19/1/2020).

“Kita juga mengusulkan, kalau memang tidak mau tuntutan yang Permensos itu, paling tidak bikin di tempat ini pantinya, jadi di sini ada panti dan balainya. Biar nanti pantinya ini dikelola oleh Dinas Sosial Jawa Barat. Ini harapan kesekian, harapan utama kita cabut Permensos,” sambungnya.

Ryanto mengatakan, saat ini keadaan para mahasiswa penghuni Wyata Guna ini banyak yang sakit setelah melakukan aksi protes di trotoar depan Wyata Guna selama berhari-hari.

“Kena panas dan malamnya juga hujan. Kebetulan sekarang masih istirahat, mungkin mulai besok kayaknya mulai aktivitas,” katanya.

Selain itu, Ryanto juga berterimakasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung dan membantu para mahasiswa penghuni Wyata Guna ketika melakukan pergerakan di trotoar depan Wyata Guna.

“Kami sangat bersyukur mempunyai teman-teman mahasiswa sebagai relawan yang membantu kami, dan dari seluruh masyarakat Jawa Barat yang benar-benar peduli dengan kami. Selama kami di trotoar kemarin, banyak sekali bantuan-bantuan yang datang,” ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA