Dinkes Jabar Imbau Warga Waspada Antraks

Bandung Raya

Minggu, 19 Januari 2020 | 17:27 WIB

200119172804-dinke.jpg

dok

ilustrasi

KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Berli Hamdani mengaku belum menemukan kasus antraks pada hewan ternak maupun manusia. Meski demikian, Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Sejauh ini belum ada hewan yang terdeteksi mengidap antraks, mudah-mudahan tidak ada, terhadap manusianya juga tidak ada, tapi kita harus tetap waspada," ungkap Berli.

Menurutnya, dalam mencegah penyebaran penyakit antraks, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perternakan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memeriksa kesehatan hewan ternak, khususnya sapi, sebelum masuk pasar.

"Antisipasi kami berkoordinasi dengan Dinas peternakan dan Disperindag, kami ingin pastikan hewan ternak, khususnya sapi, tak terpapar bakteri antraks," katanya.

Lebih jauh, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Dinkes Jabar akan melakukan sampel pada daging, terutama sapi di pasar. Jika ada sampel yang mengandung bakteri antraks, pihaknya akan menarik daging tersebut dari pasar.

"Kita kunjungi pasar-pasar terutama yang menjual daging sapi, kemudian kita lakukan uji tes daging yang dijual ke masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Berli menerangkan, Dinkes Jabar akan fokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan pada 2020.

"Langkahnya melalui program pemetaan yang sudah selesai di 2019 ini untuk mengetahui permasalahan kesehatan apa saja yang terjadi di Jabar. Setelah itu kita membangun sistem, mulai dari penggunaan pelayanan berbasis 4.0 dan mobile. Termasuk penanganan pencegahan stunting, penyakit menular, depresi dan sebagainya," tambahnya.

Seperti diketahui bersama, Kementerian Kesehatan RI sudah memperingatkan Jawa Tengah dan Jawa Timur soal potensi penyebaran bakteri antraks. Bahkan Ditjen Pencegahan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI menyebut antraks sudah masuk Kejadian Luar Biasa di Jateng.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA