Relawan Kebencanaan Sudah Miliki Kesiapan Peralatan Medis

Bandung Raya

Minggu, 19 Januari 2020 | 15:08 WIB

200119150928-relaw.jpg

PARA relawan yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), Pecinta Alam (PA), kini tak direpotkan lagi dalam  pengadaan kelengkapan tim medis saat menghadapi bencana alam untuk membantu para korban bencana alam di lapangan. 

Untuk kebutuhan para korban bencana alam tersebut, khususnya dalam pengadaan peralatan tim medis untuk korban banjir, longsor, angin puting beliung dan gempa bumi maupun bencana lain, sudah ada bantuan berbagai jenis peralatan tim medis itu dari seorang donatur. 

Bantuan peralatan medis itu berupa tandu lipat, neck collar, thermometer, spalk, tensi lapangan, stetoskop, tas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan boneka resusitasi jantung paru (RJP), dan masing-masing dua unit. Bantuan itu diserahkan kepada komunitas Mountain Recovery Camp (MRC) di Bale Rancage (Jaga Balai Siaga Bencana) Jalan Raya Cipaku Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Ahad (19/1/2020). 

Sebelum ada bantuan itu, komunitas MRC untuk pendidikan dan latihan kepada relawan PMR dan PA terkait kepentingan membantu korban bencana pinjam peralatan tersebut ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Dengan adanya peralatan tim medis ini bisa digunakan untuk pertolongan pertama di lapangan dan pertolongan pertama gawat darurat.

Peralatan medis itu di antaranya untuk membantu warga yang mengalami patah tulang leher, patah tulang tangan dan kaki, dan mengalami luka atau cedera di bagian tubuh lainnya. Selain itu bisa digunakan pendidikan dan pelatihan membantu korban bencana. Setelah menerima bantuan peralatan medis itu, para relawan dari PMR dan PA langsung melakukan pendidikan dan pelatihan terkait tata cara memanfaatkan peralatan medis tersebut. 

Pemberi bantuan peralatan medis Ari mengharapkan, peralatan medis yang diberikan itu bisa digunakan untuk kepentingan umum, khususnya dalam membantu masyarakat yang menjadi korban bencana. 

"Peralatan ini tak dimiliki sendiri atau perseorangan dan ini untuk kepentingan masyarakat. Apalagi Majalaya potensi kesiagaan lebih tinggi," kata Ari saat menyerahkan bantuan peralatan medis tersebut. 

Ia berharap, dengam adanya peralatan itu lebih banyak orang terlatih disaat kemungkinan terjadinya potensi bencana. Selain bisa digunakan untuk kepentingan umum, peralatan ini bisa digunakan untuk pendidikan dan pelatihan.

"Kami berharap, peralatan ini manfaat untuk masyarakat sekitar," harapnya.

Pembina Jaga Balai Siaga Warga Denni Hamdani mengatakan, peralatan medis ini tak hanya bisa digunakan untuk pendidikan dan latihan saja, tetapi saat bencana bisa digunakan.

"Selama proses pendidikan dan latihan P3K, kita sering terkendala peralatan dan harus pinjam ke sana kemari, kini kita mendapatkan bantuan," kata Denni.

Ia mengatakan, dalam memberikan pertolongan itu, penyelamatan nyawa paling penting. Terutama dalam jalannya napas, juga fungsi paru-paru dan jatung. Peralatan tersebut bisa digunakan untuk membantu yang mengalami luka bakar, luka tusuk, luka sobek dan luka lainnya. 

"Kaitan kondisi kebencanaan, poin penting kita penyelamatan nyawa manusia. Sangat penting untuk dilakukan oleh kita saat melakukan penyelamatan subjek, sebelum dievakuasi dari lokasi kejadian dan lebih awal harus dilakukan tindakan kondisi subjek di lokasi. Penanganan subjek di lapangan, itu penting kita ada kepekaan melihat kepekaan penglihatan mata, tensi, denyut  nadi, tensi darah terhadap subjek yang akan ditolong. Kita harus bisa memahami secara detail," katanya. 

Ia pun turut menjelaskan tentang peristiwa bencana alam itu disebabkan oleh pengaruh cuaca. Pengaruh cuaca itu tak hanya banjir, juga longsor, angin puting, selain itu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Sekitar 89 persen, bencana itu akibat iklim dan cuaca. Longsor bisa terjadi karena di bawahnya ada rongga, walaupun di atasnya ada pohon. Untuk itu, negara harus berperan. Saat ini, pemerintah punya program, di antaranya pengerjaan normalisasi Sungai Citarum," ungkapnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA