Aparatur Desa Harus Mumpuni dan Memahami Regulasi Pengelolaan Keuangan

Bandung Raya

Sabtu, 18 Januari 2020 | 17:31 WIB

200118171449-apara.jpg

PASCAPELAKSANAAN Pilkades serentak di Kabupaten Bandung 2019 lalu, pemerintah Desa Ganjarsabar Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung melaksanakan seleksi aparatur desa. Seleksi ini untuk posisi sekdes, kaur, kasi, staf dan kadus yang sempat mengalami kekosongan karena mengundurkan diri. Seleksi aparatur Desa Ganjarsabar itu dilaksanakan di Aula Desa Ganjarsabar, Sabtu (18/1/2020). 

Seleksi aparatur desa itu dapat menghasilkan perangkat desa yang mumpuni dalam penguasaan informasi dan teknologi maupun memahami regulasi pengelolaan keuangan yang digulirkan pemerintah pusat dan daerah ke desa. 

Kepala Desa Ganjarsabar Siti Hasanah mengatakan, pelaksanaan seleksi aparatur desa itu untuk menempati posisi sekdes, kaur keuangan, kaur perencanaan, kasi pelayanan, staf desa dan kadus. 

"Untuk menempati posisi itu dibutuhkan 9 orang, saat ini ada 27 orang yang mengikuti seleksi. Sebelumnya, tercatat 183 orang yang daftar, namun dalam tahapan yang ikut seleksi 27 orang," kata Siti kepada wartawan.

Menurutnya, hasil seleksi itu kemudian diajukan ke Kecamatan Nagreg dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung untuk mendapatkan rekomendasi. 

"Setelah mendapat rekomendasi atau persetujuan dari kecamatan dan DPMD baru kita mengeluarkan SK (surat keputusan) pengangkatan aparatur desa yang sudah melewati proses seleksi tersebut," jelas Siti. 

Menurutnya, hasil seleksi itu akan disampaikan ke kecamatan dan DPMD paling lambat Senin (20/1/2020), diharapkan pada Rabu (21/1/2020), bersamaan dengan dikeluarkannya SK dari kepala desa mereka bisa langsung kerja untuk mengisi kelengkapan aparatur Desa Ganjarsabar. 

"Kekosongan posisi sekdes, kaur, kasi, staf dan kasi itu tak menghambat pelayanan kepada masyarakat, karena masih ada kaur pemerintahan dan kaur umum, jadi staf pelayanan masih ada. Apalagi saya setiap hari ada di desa," kata Siti. 

Siti mengatakan, mereka yang bisa bekerja di desa itu berdasarkan hasil seleksi dan dengan harapan tidak ada kesenjangan. 

Siti pun berharap, aparatur Desa Ganjarsabar bisa melaksanakan tata kelola pemerintahan, di antaranya pengelolaan keuangan. "Bagaimana kita bisa nyaman dalam bekerja, sehingga dibutuhkan aparatur desa yang profesional dan memiliki loyalitas," katanya. 

Di tempat sama, Ketua Tim Seleksi Penjaringan Aparatur Desa Ganjarsabar Umar Hasan mengatakan, seleksi aparatur desa ini melalui dua tahap, tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang.  "Saat itu ada 183 orang pendaftar, namun yang lolos seleksi dan saat ini yang mengikuti seleksi lanjutan 27 orang. Mereka minimal usia 20 tahun dan maksimal 42 tahun, dan pendidikan rata-rata SMA," katanya.

Sementara itu, Irbansus Inspektorat Kabupaten Bandung M. Dani mengatakan, sudah ada dua desa yang melaksanakan seleksi aparatur desa di Kabupaten Bandung. Selain Desa Ganjarsabar, juga dilaksanakan pula di Desa Sayati Kecamatan Margahayu. Sedangkan dua desa lainnya belum ada konfirmasi lagi. 

"Pelaksanaan seleksi aparatur desa ini, setelah ada pengunduran diri perangkat desa pascapelaksanaan pilkades. Pasalnya, banyak perangkat desa yang menjadi tim sukses calon kepala desa sebelumnya. Setelah masuk tim sukses, akhirnya mereka beban moral dan mengundurkan diri. Desa lain yang aparatur desanya tak masuk tim sukses kepala desa, tetap berjalan seperti bisa. Sebetulnya, aparatur desa tak boleh berpihak, apalagi ikut kampanye saat pilkades," ungkap Dani.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA