ARS University Gelar Entrepreneur Fair dan Seminar

Bandung Raya

Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:08 WIB

200118090620-ars-u.jpg

ist

UNIVERSITAS Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS University) yang kini telah berubah dari Universitas BSI Bandung, melalui ARS Entrepreneur Center (AEC) menggelar Entrepreneur Fair dan seminar wajib. Kegiatan digelar bersamaan dengan dibentuknya lembaga yang khusus membidangi entrepreneur dan career.

Wadah ini akan terus memberikan support bagi para mahasiswa. Tentunya, kegiatan seperti ini akan terus didorong agar dapat terjun langsung berwirausaha dan selalu dapat mengembangkan inovasinya.

"Para mahasiswa perlu didorong untuk maju. Tapi tentunya dengan bimbingan dan pendampingan yang secara konsisten dari lembaga,” kata Warek Non Akademik, Maxsi Ary, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/1/2020).

Hal ini, kata Maxsy, dilakukan untuk membentuk kembali semangat dan jiwa sebagai entrepreneur muda, peduli sesama, berfikir kreatif, dan mandiri. Kegiatan dilakukan selama dua hari, 15-16 Januari 2020 di Kampus ARS University.

"AEC ini sebagai wadah bagi mahasiswa yang mau dan mampu mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha. Kami sengaja menyelenggarakan kegiatan Entrepreneur Fair (EF) untuk praktik awal dan bekal bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia wirausaha yang sesungguhnya," terangnya.

Koordinator ARS Entrepreneur Center (AEC), Anggi Saputra menjelaskan, Entrepreneur Fair kali ini diikuti oleh puluhan stan kelompok mahasiswa. Dengan menyuguhkan hasil karya, berbagai macam produk makanan, minuman, aksesoris dan buah tangan.

"Stan yang ada ini seperti Yojel, Teman Makan, Basokan Goreng, Mood Swing Clothes, dan masih banyak produk yang lainnya. Berbagai macam stan ini seluruh merupakan hasil dan karya mahasiswa," jelasnya.

Kegiatan itu diharapkan bisa membuat mahasiswa mampu untuk menggali potensi diri sendiri dan tentunya juga bisa mendapatkan pengalaman baru bagaimana rasanya menjadi seorang entrepreneur. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan pengganti UAS bagi mata kuliah Entrepeneur.

"Mahasiswa harus menampilkan produk terbaiknya dengan kemasan yang semenarik mungkin, agar mendapatkan nilai yang maksimal dari dosen pengampu mata kuliah entrepreneur. Tentunya, kami juga melibatkan para dosen pengampu sebagai tim penilai stan dan produk yang unik dan mampu mengembangkannya dengan baik," pungkas Anggi. (Krisbianto)

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA