Cimahi Targetkan Rp725 Juta dari Retribusi Tenaga Kerja Asing

Bandung Raya

Kamis, 16 Januari 2020 | 19:42 WIB

200116193639-cimah.jpg

dok

ilustrasi

RETRIBUSI Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) di Kota Cimahi tahun ini ditargetkan mencapai Rp 725 juta. Capaian itu lebih besar dibanding target IMTA tahun 2019 sebesar Rp 700 juta. Sementara realisasi retribusi IMTA tahun 2019 melebihi target yakni Rp 935 juta

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Isnendi mengatakan, retribusi IMTA para pekerja asing di Kota Cimahi itu baru masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini.

"Kalau sebelumnya enggak masuk kas daerah, karena belum ada Perdanya. Baru tahun 2019 ada, Allhamdulilah melebihi target," katanya di Pemkot Cimahi Jln. Demang, Kamis (16/1/2020).

Penarikan retribusi para pekerja asing itu tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Tahun 1 Tahun 2017 tentang Jasa Retribusi Perizinan Tertentu yang diikuti aturan teknis, berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor Tahun 58 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Perpanjangan Izin Pemperpanjang TKA.

Dikatakan Isnendi, realisasi capaian dari retribusi tersebut diraih dari 53 TKA yang bekerja di Kota Cimahi. Mereka harus membayar sekitar 1.200 dolar AS per orang. Namun, mekanisme pembayarannya disesuaikan dengan kurs dolar yang ada.

"Tadinya kami hanya menargetkan 36 orang, sampai saat ini ternyata sudah ada 53 orang. Jadi memang tergantung kurs dolar yang berlaku fluktuatif," bebernya.

Isnendi menjelaskan, para TKA yang bekerja di Kota Cimahi yang ditarik retribusi IMTA-nya tidak termasuk pekerja asing yang bekerja pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Sebab, pekerja KCIC menjadi kewenangan dari pemerintah pusat.

"Kalau kami hanya menarik yang memang bekerja di perusahaan atau industri di Kota Cimahi. Asalnya beragam dari Jepang, Cina, Korea, Belanda, Belgia, Amerika Serikat dan Malaysia," terangnya.

Isnendi melanjutkan, pembayaran IMTA menjadi salah satu syarat agar pekerja asing memperoleh Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

"Kalau sudah bayar, nanti sebagai syarat KITAS, kalau belum bayar enggak diperpanjang oleh Imigrasi," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA